JAKARTA, PARLE.CO.ID — Tiongkok memiliki visi ingin menjadi pemain global yang sangat berpengaruh dengan kekuatan politik, ekonomi, dan militernya. Hal ini disinggung Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid ketika merespons sekaligus mengapresiasi Deklarasi Beijing, yang diteken kelompok Hamas, Fatah, dan 12 faksi lainnya di Palestina. Mereka sepakat menyudahi perselisihan antarfaksi sekaligus menyatukan tekan membentuk pemerintahan persatuan nasional Palestina.
“Tiongkok juga sudah meredakan ketegangan hubungan politik antara Iran dan Arab Saudi,” tambah Nur Wahid, setelah bertemu dengan perwakilan DPP Himpunan Pemuda Al-Khairiyah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Sebagaimana diketahui, piagam deklarasi yang diteken di Beijing, Tiongkok, pada 23 Juli 2024 itu merupakan unjuk peran Tiongkok sebagai mediator. Sebelumnya faksi-faksi di Palestina itu berseteru, terutama Hamas dan Fatah, yang berkonflik selama 17 tahun, sejak 2007.
“Bersatunya berbagai faksi tersebut sangat positif. Deklarasi Beijing momentum untuk bersatu kembali melawan kejahatan Israel,” tandas Hidayat. (P-01)



