BerandaOpiniPKS Tutup Periode 2020–2025: Banyak Capaian, Tapi Evaluasi Tetap Kunci

PKS Tutup Periode 2020–2025: Banyak Capaian, Tapi Evaluasi Tetap Kunci

Published on

spot_img
Zidan Adam. (Ist)

Oleh: Zidan Adam S.I.Kom. (Redaktur Pelaksana Parle.co.id)

AKHIR pekan ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menutup periode kepemimpinan 2020–2025 dengan rapat penting di Bogor. Sebuah langkah yang bukan hanya administratif, tapi juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya akuntabilitas di tengah arus politik yang sering kali minim refleksi.

Di bawah kepemimpinan Ahmad Syaikhu dan Aboe Bakar Alhabsyi, PKS menunjukkan sejumlah capaian yang patut dicatat. Dalam Pemilu 2024, perolehan kursi meningkat di berbagai tingkatan legislatif, dan lebih dari separuh Pilkada yang diikuti berhasil dimenangkan. Ini bukan hal sepele bagi partai berbasis kader seperti PKS, yang selama ini dikenal dengan militansi akar rumputnya.

Lebih dari itu, PKS juga memperoleh pengakuan kelembagaan. Dinobatkannya PKS sebagai “Partai Terbaik” oleh BRIN, serta penghargaan dari KIP dan KWP, memperlihatkan bahwa partai ini tidak sekadar sibuk di panggung politik, tapi juga serius membenahi fondasi internalnya.

Namun, satu pencapaian yang layak mendapat sorotan lebih adalah dorongan terhadap RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT). Setelah tertunda selama bertahun-tahun, PKS berkontribusi dalam mengangkat isu ini hingga masuk dalam agenda DPR. Inilah politik yang berbicara bagi mereka yang selama ini tak terdengar.

Adaktif dalam Transformasi Digital

PKS juga cukup adaptif dalam transformasi digital, mengembangkan sistem administrasi dan kampanye berbasis teknologi. Langkah ini penting, sebab partai politik tak bisa lagi hanya mengandalkan pergerakan fisik di era serba digital. Demikian pula saat pandemi Covid-19 melanda, respons cepat PKS lewat TRCC menunjukkan sisi kemanusiaan partai yang tak boleh diabaikan.

Menariknya dari semua itu bukan capaian semata. PKS menunjukkan bahwa mereka tidak alergi terhadap evaluasi. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang mereka susun tidak hanya berisi angka-angka keberhasilan, tapi juga pengakuan atas kekurangan. Ini patut diapresiasi. Sebab dalam dunia politik kita yang kerap dipenuhi glorifikasi, keberanian untuk menuliskan kegagalan adalah sebuah langkah besar.

Pertanyaannya sekarang: apakah semangat evaluasi ini akan benar-benar menjadi panduan untuk periode berikutnya? Ataukah akan berhenti di level dokumen tanpa tindak lanjut konkret? Sebab akuntabilitas sejati bukan hanya soal laporan, tapi bagaimana laporan itu mengubah cara kerja dan cara berpikir partai.

Jika PKS konsisten menjaga keseimbangan antara pencapaian dan evaluasi, bukan tidak mungkin mereka bisa menjadi model partai modern yang tak hanya kuat di bilik suara, tapi juga berintegritas dalam proses. Dan di tengah krisis kepercayaan terhadap partai politik, sikap seperti ini adalah oase yang layak disambut. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

More like this

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...