BOGOR, PARLE.CO.ID — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memfinalisasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode 2020–2025 di bawah kepemimpinan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Seketris Jenderal (Sekjen) Aboe Bakar Alhabsyi. Dalam rapat konsinyering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/5/2025), DPP PKS memaparkan enam capaian utama partai selama lima tahun terakhir.
“Laporan ini bukan sekadar kumpulan angka dan narasi, tapi potret akuntabilitas kita kepada kader dan publik,” ujar pria yang akrab disapa Habib Aboe dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa penyusunan LPJ harus merefleksikan capaian nyata, tantangan internal-eksternal, serta rekomendasi strategis bagi kepengurusan selanjutnya. Habib Aboe pun merinci 6 capaian strategis PKS periode 2020–2025 tersebut.
Pertama, capaian elektoral, dimana PKS mencatatkan pertumbuhan signifikan di Pemilu 2024 dengan peningkatan kursi DPR RI, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
“Di Pilkada 2020, PKS meraih kemenangan di 120–122 daerah dari 230 kontestasi yang diikuti, atau sekitar 50% tingkat keberhasilan pasangan calon yang diusung,” sebut Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu..
Kedua, penguatan kelembagaan, dimana pada Oktober 2024, PKS dinobatkan sebagai “Partai Terbaik” dalam Indeks Pelembagaan Partai Politik oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, PKS juga meraih berbagai penghargaan dari KIP, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), dan Teropong Senayan atas kinerja fraksi serta komitmen terhadap keterbukaan informasi dan kemanusiaan.
Ketiga, capaian legislasi.
Salah satu keberhasilan PKS di bidang legislasi adalah peran aktif dalam mendorong Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), yang akhirnya disahkan sebagai inisiatif DPR RI pada Mei 2025, setelah tertunda selama tiga periode.
Keempat, inovasi digital.
DPP PKS menerapkan sistem digitalisasi baik dalam manajemen administrasi maupun keuangan, termasuk penguatan platform komunikasi internal dan kampanye digital.
Kelima,pertumbuhan keanggotaan dan struktur. Dalam LPJ, DPP PKS mencatat pertumbuhan signifikan keanggotaan dan struktur organisasi sejak awal periode kepengurusan. PKS juga menguatkan kaderisasi dan pendidikan politik internal secara masif.
Keenam, respons Covid-19. Terkait ini, PKS membentuk Tim Reaksi Cepat Covid-19 (TRCC) di semua tingkat struktur. Dimana, selama pandemi, lebih dari Rp 68,9 miliar disalurkan untuk bantuan, termasuk oksigen, APD, dan sembako.
“Aksi sosial ini adalah sebagai salah satu bentuk komitmen terbesar dari partai politik di Indonesia, termasuk PKS,” kata Habib Aboe lgi.
Pentingnya Refleksi
Di sisi lain, Habib Aboe menekankan pentingnya refleksi kritis dalam LPJ, termasuk tantangan yang dihadapi partai dalam dinamika politik nasional dan regional.
“LPJ bukan ruang glorifikasi, melainkan evaluasi dan perencanaan strategis. Kegagalan juga harus dituliskan agar kita bisa belajar dan tumbuh lebih baik,” ucap anggota Komisi III DPR RI itu..
Ia menutup arahannya dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh kader untuk menjadikan LPJ sebagai warisan intelektual dan moral yang mencerminkan semangat kolektif dalam membela rakyat. ***

