JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan bahwa akses terhadap hunian layak dan pemenuhan gizi seimbang menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang mandiri dan sejahtera. Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan sosial masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa.
Ibas mengatakan rumah yang layak huni memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, lingkungan tempat tinggal yang sehat dapat mendukung ketahanan keluarga sekaligus menekan berbagai risiko sosial dan kesehatan.
“Setidaknya ada 15 rumah yang telah dibenahi melalui program BSPS atau bedah rumah dari pemerintah pusat, dan saat ini sudah tuntas,” kata Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, program bedah rumah tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga memberi efek ekonomi langsung bagi masyarakat desa. Perputaran kebutuhan material bangunan disebut ikut menghidupkan aktivitas ekonomi lokal.
“Melalui program ini, ekonomi desa ikut bergerak. Material seperti batu, kayu, paku hingga genteng berputar di desa kita. Program yang terlihat sederhana ini ternyata sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain sektor perumahan, Ibas juga menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program tersebut, kata dia, diarahkan untuk menekan angka stunting dan memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang memadai.
“Program makan bergizi gratis ini penting untuk menurunkan stunting. Tidak boleh ada anak-anak kita yang kelaparan atau kekurangan gizi,” katanya.
Menurut Ibas, apabila program berjalan tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya dirasakan di sektor kesehatan, tetapi juga dapat menciptakan efek berganda terhadap perekonomian desa. Kebutuhan bahan pangan seperti beras, ayam, sayur, dan buah diperkirakan meningkat sehingga membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.
“Kebutuhan beras, daging ayam, sayur, dan buah akan meningkat dan berputar di desa kita,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Ibas juga menyinggung pentingnya penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan. Ia menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dapat membantu memperlancar distribusi pupuk dan kebutuhan pertanian bagi petani.
“Koperasi Merah Putih bisa menjadi solusi distribusi pupuk dan kebutuhan pertanian agar lebih mudah diakses oleh kelompok tani,” katanya.
Ia turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, terutama perbaikan jaringan irigasi dan modernisasi alat pertanian guna meningkatkan produktivitas lahan.
“Kami terus mendorong perbaikan saluran irigasi agar lahan pertanian tidak kekurangan air serta mendukung penggunaan alat pertanian yang lebih modern agar hasilnya semakin optimal,” kata Ibas. ***

