BerandaLegislatifKapolri Jenderal Listyo Sigit Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: "Lebih Baik...

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: “Lebih Baik Saya Jadi Petani”

Published on

spot_img

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tegas menolak wacana Polri di bawah kementerian. Ia memilih jadi petani dibanding jadi Menteri Kepolisian. Simak alasannya.

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan sikap tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah kendali Presiden sesuai dengan mandat reformasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam forum tersebut, Jenderal Sigit secara terbuka menolak ide pembentukan kementerian khusus untuk membawahi institusi Polri.

Mandat Reformasi 1998 dan Idealitas Posisi Polri

Jenderal Sigit mengingatkan kembali sejarah panjang institusi Polri yang pernah berada di bawah Kementerian Dalam Negeri hingga bergabung dengan ABRI yang bersifat militeristik. Namun, era reformasi 1998 membawa perubahan besar yang mengamanatkan Polri berada langsung di bawah Presiden.

Menurutnya, posisi saat ini sudah sesuai dengan TAP MPR VI/MPR/2000 dan TAP MPR VII/MPR/2000. Mengingat luas geografis Indonesia yang terdiri dari 17.380 pulau, posisi di bawah Presiden dianggap paling ideal.

“Dengan posisi seperti ini, maka sangat ideal kalau Polri berada langsung di bawah Presiden sehingga di dalam melaksanakan tugasnya Polri akan lebih maksimal dan lebih fleksibel,” ujar Sigit, Selasa (27/1/2026).

Risiko ‘Matahari Kembar’ di Pemerintahan

Salah satu alasan utama penolakan tersebut adalah kekhawatiran munculnya dualisme kepemimpinan atau ‘matahari kembar’. Jenderal Sigit menilai, penempatan Polri di bawah kementerian justru akan memperpanjang birokrasi dan melemahkan efektivitas koordinasi dengan kepala negara.

“Ini menimbulkan potensi ‘matahari kembar’ menurut saya. Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah Bapak Presiden sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian,” tegasnya.

Menolak Jabatan Menteri Kepolisian

Sikap prinsipil Jenderal Sigit terlihat saat ia mengungkap adanya tawaran melalui pesan singkat (WA) yang menanyakan kesediaannya menjadi Menteri Kepolisian jika wacana tersebut terealisasi. Secara mengejutkan, ia menyatakan lebih memilih kembali ke masyarakat biasa daripada menduduki jabatan tersebut.

“Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja. Meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan melemahkan Presiden,” ungkap Jenderal Sigit di hadapan jajaran Komisi III DPR RI.

Instruksi untuk Seluruh Jajaran Polri

Di akhir rapat, Kapolri meminta seluruh jajaran anggota Kepolisian untuk memperjuangkan posisi Polri tetap di bawah Presiden sebagai marwah institusi. Ia menginstruksikan anak buahnya untuk mempertahankan mandat ini demi pelayanan masyarakat yang maksimal.

“Saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya.

Selain membahas struktur organisasi, Kapolri juga memaparkan capaian kinerja Polri tahun 2025 yang mencapai angka 91,54%, serta mematok target strategis untuk rencana kerja tahun 2026. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Kasus Kematian dr. Eliza, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Impunitas

Meninggalnya seorang dokter di Nusa Tenggara Timur memicu desakan agar aparat penegak hukum tidak...

Bandanarama! Dua Lipa Hidupkan Tren ‘Headscarf’ Saat Bulan Madu, Aksesoris Wajib Musim Panas

Dua Lipa pamer gaya rambut pakai headscarf & bandana selama bulan madu di Italia....

Dobrak Aturan K-Pop: Kisah Katseye Melawan Rasa Sakit, Kebebasan Queer, hingga Misteri Hiatus Manon

Terbentuk lewat sistem K-Pop, Katseye kini sukses mendobrak batasan musik global. Simak perjuangan, luka...

Lebih dari Sekadar Pakaian: Mengulas 250 Tahun Evolusi Fashion Amerika yang Mengubah Dunia

Fashion adalah cermin sejarah. Simak perjalanan 25 dekade evolusi gaya Amerika (US Style), transformasi...

More like this

Kasus Kematian dr. Eliza, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Impunitas

Meninggalnya seorang dokter di Nusa Tenggara Timur memicu desakan agar aparat penegak hukum tidak...

Bandanarama! Dua Lipa Hidupkan Tren ‘Headscarf’ Saat Bulan Madu, Aksesoris Wajib Musim Panas

Dua Lipa pamer gaya rambut pakai headscarf & bandana selama bulan madu di Italia....

Dobrak Aturan K-Pop: Kisah Katseye Melawan Rasa Sakit, Kebebasan Queer, hingga Misteri Hiatus Manon

Terbentuk lewat sistem K-Pop, Katseye kini sukses mendobrak batasan musik global. Simak perjuangan, luka...