JAKARTA, PARLE.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak positif pada pembukaan perdagangan Kamis (22/1/2026). IHSG terpantau melakukan rebound mengikuti tren penguatan bursa global, terutama dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mencabut ancaman tarif terhadap Uni Eropa.
Sentimen Global Membaik dan Kebijakan Suku Bunga BI Jadi Penopang Indeks Saham Gabungan
Pada pembukaan pagi ini, IHSG menguat 41,83 poin atau 0,46 persen ke posisi 9.052,16. Senada dengan IHSG, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga ikut terdongkrak naik 4,63 poin (0,53 persen) ke posisi 876,05.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memprediksi IHSG akan terus bergerak menguat dalam rentang harga yang cukup terjaga. “IHSG hari ini diprediksi rebound dalam kisaran 8.950-9.070,” ungkap Ratih dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (22/1).
Faktor Global: Diplomasi Greenland dan AS
Kabar positif dari mancanegara menjadi angin segar bagi investor. Presiden Donald Trump dilaporkan telah mencabut ancaman tarif bertahap sebesar 10-25 persen terhadap delapan negara NATO.
Hal ini terjadi seiring tercapainya “kerangka kesepakatan” antara Amerika Serikat dan Greenland. Lebih lanjut, Trump juga memberikan kepastian bahwa pihaknya tidak akan menggunakan kekuatan militer terkait urusan Greenland, yang sebelumnya sempat memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan global.
Sentimen Dalam Negeri: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga
Dari sisi internal, stabilitas pasar didukung oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Menghadapi tekanan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level terendah sepanjang masa pada Selasa (20/1), BI memutuskan untuk tetap mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen.
Berikut adalah rincian suku bunga acuan Bank Indonesia per Januari 2026:
-
BI-Rate: 4,75%
-
Deposit Facility: 3,75%
-
Lending Facility: 5,50%
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan menstabilkan pergerakan Rupiah di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
Pergerakan Bursa Regional Asia Pagi Ini
Hampir seluruh bursa saham di kawasan Asia merespons positif kabar dari Washington:
-
Nikkei (Jepang): Melejit 1.019,79 poin (1,93%) ke 53.794,39.
-
Shanghai (Tiongkok): Menguat 6,91 poin (0,17%) ke 4.123,85.
-
Strait Times (Singapura): Naik 18,64 poin (0,39%) ke 4.828,52.
-
Hang Seng (Hong Kong): Sedikit terkoreksi 19,61 poin (0,07%) ke 26.565,44.
Di Wall Street, indeks saham utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak ditutup menghijau pada perdagangan semalam, memberikan katalis positif bagi pembukaan perdagangan di Jakarta hari ini.
3 Saham Pilihan untuk Trading Saat IHSG Rebound
Seiring menguatnya IHSG ke level 9.052 didorong oleh sentimen positif global dan stabilnya suku bunga BI, investor dapat mencermati beberapa saham yang memiliki fundamental kuat dan secara teknikal menunjukkan sinyal pembalikan arah (reversal).
Berikut adalah 3 saham pilihan untuk dicermati pada perdagangan Kamis (22/1/2026):
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – BBRI
Sektor perbankan (Big Caps) biasanya menjadi penggerak utama saat IHSG rebound. Dengan BI-Rate yang tetap di level 4,75%, margin bunga bersih perbankan diprediksi tetap stabil.
-
Analisis: BBRI menunjukkan pola double bottom di area support kuat.
-
Target Harga: Rp6.200 – Rp6.350.
-
Stop Loss: < Rp5.850.
2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. – TLKM
Saham sektor telekomunikasi cenderung defensif dan menarik saat terjadi volatilitas global. Telkom diprediksi diuntungkan oleh peningkatan konsumsi data di awal tahun 2026.
-
Analisis: Harga saham mulai bergerak di atas garis MA-20, menandakan tren penguatan jangka pendek.
-
Target Harga: Rp4.150 – Rp4.250.
-
Stop Loss: < Rp3.900.
3. PT Astra International Tbk. – ASII
Meredanya ancaman tarif global oleh Trump memberikan sentimen positif bagi emiten manufaktur dan otomotif yang memiliki keterkaitan dengan rantai pasok global.
-
Analisis: Mengalami akumulasi beli setelah sempat tertekan pada Selasa lalu akibat pelemahan Rupiah.
-
Target Harga: Rp5.400 – Rp5.600.
-
Stop Loss: < Rp5.150.
Tips Berinvestasi Hari Ini:
Meskipun IHSG menguat, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas pasar mengingat kebijakan luar negeri AS yang dinamis. Gunakan strategi “Buy on Weakness” (beli saat harga terkoreksi) dan selalu batasi risiko dengan Stop Loss yang disiplin. (P-01)

