DAVOS, PARLE.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Special Address di World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Setelah rangkaian pertemuan sukses di London, kehadiran Prabowo di Davos menjadi magnet bagi investor global yang menanti arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Membawa Visi “Indonesia Sentris” ke Panggung Dunia, Prabowo Tegaskan Kemandirian Energi dan Hilirisasi di Depan Pemimpin Global
Berikut adalah 3 poin kunci yang diprediksi menjadi inti pidato Presiden Prabowo di Davos:
1. Akselerasi Hilirisasi Industri: Bukan Lagi Opsi, Tapi Keharusan
Prabowo diperkirakan akan menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak akan lagi mengekspor bahan mentah.
-
Poin Penting: Indonesia akan fokus pada pembangunan ekosistem industri manufaktur di dalam negeri, terutama untuk komoditas strategis seperti nikel, bauksit, dan tembaga untuk mendukung industri hijau global (baterai kendaraan listrik).
2. Swasembada Energi dan Ketahanan Iklim
Melanjutkan pembicaraan dengan Raja Charles III di London, di Davos Prabowo akan memaparkan ambisi Indonesia menjadi pemimpin energi terbarukan.
-
Poin Penting: Pemanfaatan Biofuel (B50 hingga B100), energi panas bumi (Geothermal), dan tenaga surya untuk mencapai kemandirian energi nasional sekaligus memenuhi target Net Zero Emission.
3. Kolaborasi Strategis dan Stabilitas Kawasan
Presiden kemungkinan besar akan membawa pesan bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang terbuka bagi investasi global dengan prinsip saling menguntungkan (win-win solution).
-
Poin Penting: Menjamin stabilitas politik dan kepastian hukum di Indonesia untuk memberikan rasa aman bagi para CEO dunia yang ingin menanamkan modalnya di pembangunan IKN maupun proyek strategis nasional lainnya.
Prediksi Reaksi Pasar Global
Kehadiran Presiden Prabowo dengan delegasi kuat (termasuk Hashim Djojohadikusumo dan jajaran menteri ekonomi) di Davos diperkirakan akan meningkatkan kepercayaan investor Eropa dan Amerika. Pengamat ekonomi internasional menilai Indonesia kini dipandang sebagai “jangkar” pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Tabel ini membandingkan data historis (asumsi data terkini) dengan potensi lonjakan komitmen di era Presiden Prabowo tahun 2026.
Lompatan Komitmen Investasi Indonesia di World Economic Forum
| Tahun | Fokus Utama Pemerintah | Estimasi Komitmen Investasi | Sektor Primadona |
| 2023 | Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi | US$ 5 – 7 Miliar | Manufaktur & Pariwisata |
| 2024 | Inisiasi Hilirisasi & Transisi Energi | US$ 10 – 12 Miliar | Baterai EV & Energi Hijau |
| 2025 | Kelanjutan Infrastruktur & IKN | US$ 15 – 18 Miliar | IKN, Digital & Teknologi |
| 2026 (Target) | Swasembada & Hilirisasi Total | US$ 25 – 30 Miliar | Bioenergi, Food Estate & Aerospace |
Analisis Singkat: Mengapa 2026 Menjadi Tahun “Big Bang”?
-
Sentimen Positif London-Davos: Pertemuan strategis dengan Raja Charles III dan CEO Inggris di London sehari sebelumnya memberikan sinyal kepercayaan tinggi bagi investor Eropa lainnya.
-
Kemandirian Energi (B100): Fokus Presiden Prabowo pada swasembada energi melalui kelapa sawit dan energi terbarukan menarik minat raksasa energi dunia di WEF untuk berkolaborasi dalam riset dan teknologi.
-
Hilirisasi Lanjutan: Tidak hanya nikel, tahun 2026 menandai komitmen Indonesia masuk ke hilirisasi sektor pertanian dan kelautan yang memicu lonjakan minat investasi di sektor pangan dunia (Food Security). (P-01)

