Nilai ekspor perhiasan Indonesia tembus 9,1 miliar dolar AS di 2025. Kemenperin dorong transformasi digital dan kesiapan Industri 4.0 sektor logam mulia.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa industri perhiasan nasional kini menjelma sebagai salah satu sektor manufaktur paling kompetitif di panggung internasional. Keindahan desain berbasis budaya yang dipadukan dengan adopsi teknologi modern berhasil membawa produk perhiasan tanah air mencatatkan lonjakan ekspor yang sangat signifikan.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari–Desember 2025, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia sukses menyentuh angka 9,1 miliar dolar AS. Capaian luar biasa ini merefleksikan pertumbuhan tajam sebesar 64,73 persen jika disandingkan dengan performa tahun 2024 yang bertengger di angka 5,5 miliar dolar AS.
Agus Gumiwang Kartasasmita: “Industri perhiasan menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan kontribusi penting terhadap ekspor manufaktur Indonesia. Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Momentum ini harus terus dijaga melalui penguatan ekosistem industri.”
Sebagai bagian dari langkah taktis memperluas akses pasar dan memamerkan inovasi terbaru, Kemenperin secara penuh mendukung perhelatan Bandung Jewellery Fair (BJF) 2026 yang baru saja sukses digelar pada 11–14 Juni 2026. Pameran yang memasuki tahun kedua ini menjadi barometer penting bagi para pelaku usaha untuk memperkuat posisi tawar produk lokal di pasar dunia.
Lonjakan Kinerja dan Peta Jalan Industri Perhiasan Nasional
Akselerasi performa industri ini ditopang oleh penguatan standar mutu, perluasan pasar, serta kesiapan produsen dalam melakukan transformasi digital di lini produksi.
Agar scannable dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman data indikator kinerja beserta strategi pengembangan industri perhiasan Indonesia:
| Indikator Kinerja Utama | Nilai Capaian & Statistik | Strategi Penguatan Sektor (Kemenperin) |
| Nilai Ekspor (Full Year 2025) | 9,1 Miliar Dolar AS | Transformasi Digital: Implementasi teknologi Industri 4.0 untuk efisiensi dan presisi produk. |
| Pertumbuhan Tahunan (YoY) | Melejit sebesar 64,73% | Standar Mutu: Pengetatan standar mutu emas demi menjaga kepercayaan konsumen global. |
| Nilai Ekspor (Basis 2024) | 5,5 Miliar Dolar AS | Akses Pasar: Fasilitasi pameran strategis seperti Bandung Jewellery Fair 2026. |
| Tantangan Ekosistem | Fluktuasi bahan baku & ekonomi global | Evaluasi Kesiapan: Penilaian indeks kesiapan digital melalui parameter INDI 4.0. |
Analisis: Potensi Cuan Industri Kreatif dan Pentingnya Standardisasi Emas Lokalnya
Meroketnya angka ekspor perhiasan nasional hingga pertengahan tahun 2026 ini membawa dampak ekonomi riil sekaligus pekerjaan rumah yang wajib dipahami oleh publik dan pelaku usaha di Indonesia:
1. Lapangan Kerja Berbasis Keterampilan Tinggi (High-Skilled)
Industri perhiasan adalah sektor yang unik karena tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh mesin otomatis massal. Karakteristiknya menuntut perpaduan antara teknologi presisi dan keahlian tangan (craftsmanship) yang bernilai seni tinggi. Bagi masyarakat Indonesia, pertumbuhan sektor ini menjadi angin segar bagi penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Pengrajin perhiasan lokal di sentra-sentra kerajinan (seperti di Bandung, Kotagede Yogyakarta, hingga Gianyar Bali) kini memiliki peluang besar untuk naik kelas, dari skala rumahan menjadi pemasok rantai pasok global.
2. Urgensi Penerapan Industri 4.0 dan Indeks INDI 4.0
Langkah Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin yang mulai menerapkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) pada industri logam mulia dan perhiasan adalah keputusan yang tepat. Selama ini, kelemahan perhiasan lokal sering kali terletak pada konsistensi dimensi, detail yang kurang presisi, dan waktu produksi yang lama. Dengan bantuan teknologi 3D printing cetakan perhiasan, pemotong laser (laser cutting), dan digitalisasi manajemen inventori bahan baku, pelaku industri aneka kita bisa menekan biaya operasional (cost of production) sekaligus mempercepat penetrasi produk ke pasar internasional yang dinamis.
3. Edukasi Konsumen: Jaminan Kualitas Lewat Standar Mutu
Bagi pembaca domestik yang gemar mengoleksi atau berinvestasi pada perhiasan dan logam mulia, penguatan standar mutu yang digalakkan Kemenperin menjadi pelindung hak-hak konsumen. Ketika standar mutu emas di dalam negeri diakui secara internasional, perhiasan yang dibeli masyarakat di toko-toko lokal akan memiliki nilai likuiditas dan nilai investasi yang jauh lebih aman. Sinergi antara ketepatan kadar karat dan inovasi desain akan membuat produk perhiasan Indonesia tidak hanya dijadikan alat lindung nilai (hedging) dari inflasi, tetapi juga sebagai produk gaya hidup berkelas global.
Capaian ekspor senilai 9,1 miliar dolar AS membuktikan bahwa sentuhan budaya nusantara yang dikemas secara modern memiliki nilai jual yang sangat tinggi di luar negeri. Tugas bersama pemerintah dan asosiasi saat ini adalah mengamankan rantai pasok bahan baku dan melatih lebih banyak desainer muda lokal, agar perhiasan bermerek Indonesia mampu berdiri sejajar dengan rumah-rumah mode perhiasan mewah dunia. Source
