Ketua Badan Sosialisasi MPR: Media Harus Jadi Jembatan Antara Isu SDA dan Kesadaran Publik
Media Gathering MPR 2025: Menguatkan Kolaborasi untuk Tata Kelola SDA Berkelanjutan
LOMBOK BARAT, PARLE.CO.ID – Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto, menegaskan bahwa media massa memiliki peran vital dalam menghubungkan isu-isu pengelolaan sumber daya alam (SDA) dengan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Media Gathering MPR Tahun 2025 di Aruna Senggigi, Lombok Barat, NTB, Jumat malam (11/7/2025).
Dalam acara yang mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Sumber Daya Alam Melalui Publikasi Media dalam Mendukung Pembangunan Daerah”, Abraham menekankan bahwa media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong masyarakat agar peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Melalui informasi dan edukasi yang tepat, media dapat memotivasi masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Media menjadi jembatan penting antara masyarakat dan isu-isu SDA,” ujarnya.
SDA Sebagai Penopang Ekonomi dan Lingkungan
Dalam sambutannya yang juga mewakili Ketua MPR Abraham menjelaskan bahwa SDA Indonesia sangat penting sebagai modal pertumbuhan ekonomi dan sekaligus penopang kehidupan. Ia merujuk pada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Namun, ia juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Eksploitasi SDA yang tidak bijak justru mengancam lingkungan dan menimbulkan konflik sosial. “Deforestasi, pencemaran air, punahnya satwa, hingga konflik manusia adalah konsekuensi nyata dari pengelolaan yang tidak berkelanjutan,” paparnya.
Kolaborasi MPR dan Media: Komunikasikan Isu SDA secara Konstruktif
Abraham menyampaikan harapan agar kegiatan Media Gathering ini dapat mempererat hubungan antara MPR dan insan pers. Ia menyebut media sebagai mitra strategis dalam menyosialisasikan kerja-kerja parlemen, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu keberlanjutan dan pemanfaatan SDA yang bertanggung jawab.
Sebanyak 90 wartawan dari media cetak, online, dan elektronik yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) hadir dalam acara tersebut. Selain itu, tampak pula sejumlah tokoh nasional seperti Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal, Sekjen MPR Siti Fauziah, Anggota MPR I Dewa Gde Agung, dan Kepala Biro Humas Setjen MPR Anies Mayangsari.
NTB Tawarkan Potensi Besar SDA dan Pariwisata
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa Provinsi NTB memiliki kekayaan SDA yang luar biasa, namun masih belum tergarap maksimal. Ia berharap melalui dukungan media, potensi ini bisa lebih dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.
“Pulau Sumbawa menyimpan cadangan emas terbesar di Indonesia. Selain itu, NTB menyumbang 20 persen produksi udang vaname nasional, serta memiliki potensi perikanan laut dalam seperti cakalang dan tuna,” jelasnya.
Dari sektor pertanian, NTB mencatat produksi jagung sebesar 1,2 juta ton tahun lalu, dan diprediksi meningkat menjadi 1,5 juta ton tahun ini. Produksi beras juga naik dari 1,1 juta ton menjadi 1,3 juta ton. Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.
“Dengan peran serta media, kami ingin mengangkat NTB menjadi daerah yang lebih makmur dan dikenal dunia,” pungkasnya. (P-01)

