KTT Disabilitas Global 2025: Dorong Pembangunan Inklusif untuk Kesejahteraan Merata

KTT Disabilitas Global 2025: Dorong Pembangunan Inklusif untuk Kesejahteraan Merata

Komitmen Negara-Negara Dunia Targetkan 15% Proyek Pembangunan Fokus pada Inklusi Disabilitas

Pembangunan Inklusif Jadi Prioritas Global

BERLIN, PARLE.CO.ID —  Hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Disabilitas Global di Berlin, 3 April 2025, menghasilkan kesepakatan penting: negara-negara peserta berkomitmen mengalokasikan 15% proyek pembangunan untuk inklusi disabilitas. Saat ini, baru sekitar 6% proyek di dunia yang secara langsung mendukung tujuan ini.

Dukungan untuk Kesetaraan dan Produktivitas

Wakil Ketua MPR  Lestari Moerdijat (Rerie), menegaskan pentingnya komitmen global ini. “Pembangunan inklusif harus didukung demi kesejahteraan semua warga, termasuk penyandang disabilitas,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/4).

Menurut Rerie, langkah ini bukan hanya tentang keadilan, tetapi juga meningkatkan produktivitas nasional. “Dengan akses yang setara, penyandang disabilitas bisa berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Peran Aktif Seluruh Pihak

Anggota Komisi X DPR  ini mendorong semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk mendukung kebijakan inklusif. “Pembangunan harus memastikan tidak ada yang tertinggal, termasuk dalam pendidikan, lapangan kerja, dan infrastruktur,” jelas Rerie.

Ia juga menekankan, peningkatan produktivitas penyandang disabilitas akan mempercepat pembangunan nasional. “Semakin banyak warga yang berdaya, semakin kuat fondasi ekonomi kita,” tambah politisi NasDem tersebut.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski komitmen global sudah ada, Rerie mengingatkan bahwa implementasi di tingkat lokal menjadi kunci keberhasilan. “Kita butuh regulasi pendukung dan pengawasan ketat agar target 15% tercapai,” tandasnya.

Dengan pembangunan inklusif, diharapkan tercipta masyarakat yang tidak hanya sejahtera, tetapi juga memberi ruang bagi semua kelompok untuk berkembang. (P-01)

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *