BerandaPeristiwaTolak Keras Pembatasan Ekspor Artificial Intelligence AS, Jubir Kemlu Tiongkok: Merusak Tatanan...

Tolak Keras Pembatasan Ekspor Artificial Intelligence AS, Jubir Kemlu Tiongkok: Merusak Tatanan Global

Published on

spot_img

BEIJING, PARLE.CO.ID – Tiongkok dengan tegas menolak pembatasan ekspor Artificial Intelligence (AI/ kecerdasan buatan) oleh Amerika Serikat, dan akan mengambil langkah tegas untuk melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok. Demikian ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok, Guo Jiakun, seperti dilaporkan oleh Xinhua, Rabu (15/1/2025).

Menurut Guo, pembatasan ini semakin memperketat kontrol ekspor atas chip AI dan parameter model, serta memperluas yurisdiksi ekstrateritorial. Langkah ini menciptakan hambatan dan mengganggu pihak ketiga yang terlibat dalam perdagangan normal dengan Tiongkok.

AS Dituding Mempolitisasi Isu Ekonomi dan Teknologi

Dalam konferensi pers, Guo menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memperluas definisi keamanan nasional, mempolitisasi dan mempersenjatai isu ekonomi serta teknologi, serta menyalahgunakan kontrol ekspor untuk menekan Tiongkok secara sengaja.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merusak aturan pasar dan tatanan ekonomi serta perdagangan internasional, berdampak besar pada stabilitas rantai industri dan pasokan global, serta merugikan kepentingan komunitas bisnis di Tiongkok, Amerika Serikat, dan berbagai negara lainnya.

AI Dinilai sebagai Aset Bersama Umat Manusia

“AI adalah aset bersama umat manusia dan tidak boleh menjadi permainan negara kaya dan individu, ataupun digunakan untuk menciptakan kesenjangan pembangunan yang baru,” ujar Guo.

Ia mengkritik Amerika Serikat karena berusaha mempertahankan hegemoninya dengan menciptakan hirarki dalam bidang kecerdasan buatan, serta secara efektif menghalangi negara-negara berkembang, termasuk Tiongkok, dari hak mereka untuk maju dan berkembang secara teknologi.

Kebijakan AI Amerika Serikat Batu Sandungan Negara Lain

Guo menggambarkan kebijakan AI Amerika Serikat sebagai ‘batu sandungan’ bagi negara-negara lain, yang bertentangan dengan kepentingan bersama negara-negara yang mendorong pengembangan AI yang bertanggung jawab, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan potensi dimulainya Perang Dingin baru di bidang teknologi.

Diungkapkan Gou, banyak perusahaan teknologi dan asosiasi industri Amerika Serikat secara eksplisit menolak langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Biden.

Tiongkok Mengusulkan Inisiatif Tata Kelola AI Global

“Tiongkok adalah pendukung aktif dan pelaksana tata kelola global di bidang AI,” kata Guo, seraya menambahkan bahwa Tiongkok telah mengusulkan Inisiatif Tata Kelola AI Global, mendorong adopsi resolusi tentang pembangunan kapasitas AI oleh Majelis Umum PBB, dan membentuk kelompok sahabat untuk kerja sama internasional dalam pembangunan kapasitas AI.

Guo menegaskan bahwa Tiongkok akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang terbuka, inklusif, bermanfaat bagi semua, dan non-diskriminatif untuk pengembangan AI, serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh negara. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Hotman Paris Minta Maaf kepada Insan Pers, Jelaskan Kronologi Ucapan “Punya Otak Gak Sih?”

Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers, seperti...

Yahya Zaini Desak BGN Cabut Moratorium SPPG demi Selamatkan Investasi Mitra MBG

Kebijakan moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN) berdampak...

Keberadaan Koperasi Merah Putih Jangan Sampai Matikan Warung Kelontong dan UMKM Desa

Komisi VI DPR RI meminta Kementerian Koperasi (Kemenkop) segera memperjelas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah...

Sejarah Baru atau Dominasi Berlanjut? Mengulas Sengitnya Jalan Menuju Final Piala Dunia 2026 Antara Spanyol vs Argentina

Partai puncak Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina. Akankah Messi cs cetak sejarah...

More like this

Hotman Paris Minta Maaf kepada Insan Pers, Jelaskan Kronologi Ucapan “Punya Otak Gak Sih?”

Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers, seperti...

Yahya Zaini Desak BGN Cabut Moratorium SPPG demi Selamatkan Investasi Mitra MBG

Kebijakan moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN) berdampak...

Keberadaan Koperasi Merah Putih Jangan Sampai Matikan Warung Kelontong dan UMKM Desa

Komisi VI DPR RI meminta Kementerian Koperasi (Kemenkop) segera memperjelas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah...