JAKARTA, PARLE.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya menghormati peran dan kontribusi presiden-presiden pendahulu dalam membangun bangsa. Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan pembangunan bangsa Indonesia adalah hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan kerja keras para pemimpin terdahulu.
“Semua yang telah bekerja keras, pendahulu-pendahulu kita. Kita sampai di sini bukan seketika. Kita sampai di sini karena perjalanan jauh. Pembangunan suatu bangsa bukan pembangunan 1 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun. Pembangunan suatu bangsa adalah puluhan tahun,” ungkap Presiden Prabowo dalam arahannya pada sidang kabinet di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Estafet Kepemimpinan sebagai Dasar Kemajuan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Indonesia saat ini tidak lepas dari kerja keras Presiden pertama hingga Presiden ketujuh. Ia menyebutkan bahwa tonggak pembangunan telah dirintis oleh Presiden Pertama RI Soekarno, Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.
Sebagai salah satu contoh nyata, Presiden Prabowo baru saja meresmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan nasional dengan total kapasitas 3,2 gigawatt (GW). Proyek tersebut, kata Prabowo, telah dirintis sejak 2015 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Long March Perjalanan Bangsa
Presiden Prabowo mengibaratkan pembangunan bangsa sebagai perjalanan panjang atau long march yang melibatkan estafet dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan lainnya. Proses ini, menurutnya, adalah kunci untuk mencapai cita-cita besar bangsa.
“Kita ini melanjutkan suatu long march perjalanan jauh. Estafet demi estafet kita terima, baru nanti kita akan mencapai cita-cita kita. Saya sangat optimistis bahwa kita akan sampai ke situ,” ujar Presiden dengan nada penuh optimisme.
Keberlanjutan dan Kolaborasi dalam Pemerintahan
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kontinuitas pemerintahan dalam kehidupan bernegara. Hal ini, menurutnya, menjadi fondasi utama yang memungkinkan bangsa Indonesia mencapai tujuan besarnya. Dalam sidang kabinet tersebut, ia didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri koordinator, menteri, serta pejabat tinggi negara lainnya seperti Kepala BIN M. Herindra, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan perwakilan Panglima TNI.
Optimisme Menuju Masa Depan
Presiden Prabowo menutup arahannya dengan rasa optimisme bahwa Indonesia akan mencapai cita-cita besar bangsa jika mampu menjaga kesinambungan dan semangat gotong royong antar-generasi kepemimpinan. “Saya yakin, dengan semangat ini, kita mampu membawa bangsa kita menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (P-01)

