BerandaENTERTAINMENTTrend & ShowbizBikin Fans Panik! Nyaris Pingsan di Panggung, Musisi Legendaris Rod Stewart Terpaksa...

Bikin Fans Panik! Nyaris Pingsan di Panggung, Musisi Legendaris Rod Stewart Terpaksa Nyanyi Sambil Duduk dan Pakai Oksigen

Published on

spot_img

Penyanyi legendaris berusia 81 tahun, Sir Rod Stewart, membuat fans panik setelah nyaris pingsan dan harus dibantu tabung oksigen di tengah konsernya di Utah.

Penyanyi legendaris asal Inggris, Sir Rod Stewart, baru saja memberikan kejutan yang mendebarkan bagi para penggemarnya. Bintang rock berusia 81 tahun tersebut kedapatan mengalami kesulitan fisik yang hebat hingga harus menggunakan bantuan tabung oksigen di tengah jalannya konser terbarunya.

Insiden tersebut terjadi saat pelantun hits Maggie May ini tampil dalam rangkaian One Last Time Tour di Amphitheatre Utah First Credit Union, West Valley City, pada Jumat, 19 Juni 2026. Di tengah-tengah penampilannya, Rod Stewart mendadak terlihat sangat tidak nyaman dan membungkuk ke depan menahan sakit.

Kronologi Detik-Detik Menegangkan di Atas Panggung

Menurut laporan yang dihimpun dari TMZ, kru panggung langsung bergerak cepat membawa tabung oksigen ke hadapan sang musisi setelah ia terlihat limbung. Dalam rekaman video yang beredar, ikon musik dunia ini sempat mengambil waktu sejenak untuk menstabilkan posisinya sebelum menerima bantuan medis.

Alih-alih menghentikan pertunjukan lebih awal demi keselamatan dirinya, vokalis yang dikenal dengan suara serak khasnya ini justru menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Setelah sempat berseloroh untuk mencairkan suasana yang tegang, Rod kembali melanjutkan sisa konsernya hingga selesai dengan cara duduk di atas kursi. Langkah ini tentu sangat kontras dengan aksi panggungnya selama beberapa dekade terakhir yang terkenal selalu energik, berlarian, hingga menendang bola ke arah penonton.

Tabel Rangkuman Riwayat Kesehatan Rod Stewart Beberapa Pekan Terakhir

Waktu Kejadian Masalah Kesehatan / Peristiwa Tindakan Medis & Dampak Proyek
Awal Juni 2026 Didiagnosis menderita flu berat. Jadwal residensi di The Colosseum at Caesars Palace, Las Vegas dipindahkan.
Pertengahan Juni 2026 Mengalami infeksi saluran pernapasan atas akut (acute upper respiratory infection) yang memicu radang tenggorokan (laryngitis). Membawa dampak pada pembatalan 4 konser dan penundaan 2 jadwal lainnya di Nevada dan California.
19 Juni 2026 Nyaris pingsan dan sesak napas di panggung Utah. Konser tetap diselesaikan secara profesional sambil duduk dengan bantuan tabung oksigen.

Sempat Tuai Kritik Imbas Nonton Piala Dunia

Kondisi fisik Rod Stewart memang dikabarkan terus menurun dalam beberapa minggu terakhir. Tim medisnya telah berulang kali menyarankan agar sang rocker mengambil waktu istirahat tambahan. Melalui akun Instagram pribadinya, Rod sempat menuliskan permohonan maaf, “Sangat menyesal, teman-temanku. Saya sangat terpukul dan dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang menimpa para penggemar saya.”

Meski demikian, Rod Stewart juga sempat menuai kritik pedas dari netizen. Pasalnya, ia kedapatan membatalkan sebuah konser di California sesaat sebelum acara dimulai, namun beberapa jam kemudian ia justru terlihat terbang ke Boston untuk menonton pertandingan Skotlandia di Piala Dunia bersama anak-anak lelakinya. Rod kemudian mengklarifikasi bahwa perawatan medis memang telah membuat fisiknya membaik, namun kualitas suaranya saat itu tetap belum cukup kuat untuk dipakai bernyanyi dalam sebuah konser penuh.

Analisis: Batasan Fisik Musisi Gaek dan Etika Pembatalan Konser

Melihat insiden yang menimpa musisi legendaris sekaliber Sir Rod Stewart di usianya yang telah kepala delapan, ada beberapa poin analisis menarik yang bisa dicermati oleh pencinta musik di Indonesia:

1. Pelajaran Profesionalisme vs. Batasan Usia bagi Promotor Indonesia

Aksi Rod Stewart yang memaksakan diri menyelesaikan konser demi penonton meski harus duduk dan dibantu oksigen menunjukkan tingkat profesionalisme barat yang sangat tinggi. Namun, dari sisi manajemen kesehatan, hal ini menjadi alarm bagi para promotor konser di Indonesia yang belakangan ini gencar mendatangkan musisi-musisi legendaris berusia senja (seperti konser Deep Purple, Air Supply, dsb). Promotor lokal harus memiliki standar mitigasi medis yang sangat ketat di area backstage, mengingat faktor cuaca tropis Indonesia yang lembap dapat dengan mudah memicu gangguan pernapasan akut pada musisi lansia.

2. Isu Sensitif Pembatalan Konser Dadakan di Era Digital

Kasus di mana Rod Stewart membatalkan konser di California namun kedapatan menonton Piala Dunia beberapa jam setelahnya membuktikan betapa cepatnya arus informasi memicu backlash (reaksi negatif) dari publik. Bagi penikmat musik dan promotor di Indonesia, ini menjadi contoh nyata bahwa alasan kesehatan harus dikomunikasikan secara transparan dan konsisten. Di era media sosial, inkonsistensi aktivitas seorang artis pasca-pembatalan acara dapat dengan mudah mencederai loyalitas basis penggemar yang sudah telanjur membeli tiket mahal dan meluangkan waktu. Source

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Simbol Kemewahan Abadi: Mengapa Sweater Bendera Amerika Ralph Lauren Tetap Eksis Sejak 1989 hingga Era TikTok?

Mengapa sweater bendera Amerika buatan Ralph Lauren tetap abadi sejak 1989 hingga era TikTok?...

Ratu Karpet Merah! Zendaya Tampil Memukau dengan Gaun Transparan dan Jubah Berkilau di Premiere ‘Spider-Man: Brand New Day’

Zendaya kembali mencuri perhatian di premiere 'Spider-Man: Brand New Day' di Amsterdam dengan gaun...

Perjalanan Cinta: Dari Sahabat Kecil Menjadi “Wedding of the Century”

Kenali sosok Antonela Roccuzzo, istri mega bintang sepak bola Lionel Messi. Simak perjalanan cinta...

Bye Baju Hitam! Tren Warna “Ungu Terong” Naik Kelas Jadi Warna Netral Baru yang Hits di Musim Panas 2026

Bosan dengan baju hitam atau netral yang pucat? Tren warna "ungu terong" (aubergine) resmi...

More like this

Simbol Kemewahan Abadi: Mengapa Sweater Bendera Amerika Ralph Lauren Tetap Eksis Sejak 1989 hingga Era TikTok?

Mengapa sweater bendera Amerika buatan Ralph Lauren tetap abadi sejak 1989 hingga era TikTok?...

Ratu Karpet Merah! Zendaya Tampil Memukau dengan Gaun Transparan dan Jubah Berkilau di Premiere ‘Spider-Man: Brand New Day’

Zendaya kembali mencuri perhatian di premiere 'Spider-Man: Brand New Day' di Amsterdam dengan gaun...

Perjalanan Cinta: Dari Sahabat Kecil Menjadi “Wedding of the Century”

Kenali sosok Antonela Roccuzzo, istri mega bintang sepak bola Lionel Messi. Simak perjalanan cinta...