Keberhasilan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Kalimantan Selatan mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi hingga internasional mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi.
Pengungkapan tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam memerangi kejahatan narkotika yang mengancam masa depan bangsa.
“Saya selaku mitra kerja, atas nama Anggota Komisi III DPR RI, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa bangga saya atas capaian luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan,” kata Habib Aboe, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2026) saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang digelar Polda Kalimantan Selatan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkoba sekaligus mendukung agenda nasional pemberantasan narkotika yang sejalan dengan Program Asta Cita Presiden RI.
Ia juga menegaskan, pengungkapan jaringan narkotika dan pemusnahan barang bukti dalam jumlah besar bukan sekadar kegiatan rutin penegakan hukum, melainkan indikator nyata bahwa aparat mampu membongkar sindikat yang beroperasi hingga lintas negara.
“Ditresnarkoba Polda Kalsel telah membuktikan kerja kerasnya dalam membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi hingga internasional. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya lagi.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalimantan Selatan memusnahkan barang bukti berupa 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi yang berasal dari pengungkapan 26 laporan polisi. Dari rangkaian pengungkapan itu, polisi juga mengamankan 39 orang tersangka.
Berdasarkan perhitungan kepolisian, pengungkapan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 863.033 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, nilai barang bukti yang disita mencapai sekitar Rp311 miliar dengan estimasi potensi penghematan biaya rehabilitasi masyarakat hingga Rp4,3 triliun.
Lebih lanjut, Habib Aboe mengingatkan bahwa ancaman narkotika tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, hingga ketahanan nasional.
“Kita harus sadar betul bahwa narkoba adalah musuh bersama dan ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa. Dampaknya tidak hanya merusak fisik dan mental individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda, meretakkan hubungan keluarga, serta mengancam ketahanan nasional dan stabilitas ekonomi kita. Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa kita beri ruang sedikit pun,” tegasnya.
Politikus PKS yang Wakil Ketua BKSAP DPR RI tersebut juga menilai pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR, serta partisipasi aktif masyarakat agar mata rantai peredaran narkotika dapat diputus secara menyeluruh.
“Keberhasilan Ditresnarkoba Polda Kalsel hari ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran penegak hukum untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika di berbagai daerah.
“Selamat dan terima kasih kepada Polda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran atas dedikasi tanpa lelah demi menjaga Banua kita tercinta tetap aman dan bersih dari narkoba. Maju terus Polda Kalsel, tetap semangat jaga benteng pertahanan bangsa,” pungkas Habib Aboe.


