Pameran Indonesia Art Motoring Perkuat Sinergi Otomotif, Seni, dan Pariwisata
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Anggota DPR dan Ketua MPR ke-15, Bambang Soesatyo, menghadiri pembukaan pameran Indonesia Art Motoring yang digagas oleh Indonesia Classic Car Owners Club (ICCOC) di Jakarta, Jumat (1/8/25). Pameran ini berhasil menyatukan elemen otomotif, seni, dan pariwisata, menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi yang sarat nilai sejarah dan ekonomi kreatif.
Mobil Klasik sebagai Aset Budaya dan Ekonomi
Dalam sambutannya, Bamsoet menegaskan bahwa kendaraan klasik bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki nilai seni dan potensi ekonomi tinggi.
“Indonesia Art Motoring bukan sekadar pameran mobil. Ini adalah ruang seni, sejarah, dan ekonomi berjalan. IMI sangat bangga mempunyai anggota seperti ICCOC yang terus konsisten membangun semangat dan ekosistem positif di bidang mobility,” ujar Bamsoet.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Duta Besar Bulgaria Tanya Dimitrova, Deputy Chief of Mission Malaysia Farzamie Sarkawi, Head of Chevening Programme Inggris Harry Stockwell, Deputy Head of Mission Italia Giovanni Finarelli, serta Ketua ICCOC Stanley Setia Atmadja, Pembina ICCOC Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna, Komjen Pol. (Purn) Ari Dono Sukmanto, dan jajaran komunikasi IMI.
Tema ‘Motion and Reflection’ Satukan Sejarah, Seni, dan Otomotif
Mengusung tema ‘Motion and Reflection’, Indonesia Art Motoring tidak hanya menyajikan deretan mobil klasik dari berbagai era, tetapi juga menampilkan karya seni kontemporer yang mencerminkan refleksi terhadap sejarah dan dinamika dunia otomotif. Perpaduan ini menggambarkan bagaimana kendaraan bisa menjadi medium ekspresi kreatif lintas generasi.
“Ini adalah contoh bagaimana seni dan sejarah otomotif bisa berjalan bersama. Sebuah cerminan bahwa otomotif tak lepas dari kebudayaan yang terus bergerak dan berkembang,” jelas Bamsoet.
Peran ICCOC dalam Membangun Ekosistem Otomotif Kreatif
Menurut Bamsoet, ICCOC menunjukkan bagaimana klub otomotif dapat mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Kehadiran mobil-mobil klasik yang dirawat penuh cinta dan dipadukan dengan elemen seni rupa mampu membangkitkan nostalgia serta membangun rasa bangga terhadap kekayaan otomotif Indonesia,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPR ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR, Bamsoet menilai ICCOC menjadi contoh ideal tentang bagaimana komunitas otomotif bisa memberi kontribusi lebih luas bagi masyarakat, tak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga menjadi agen budaya dan ekonomi.
Dukungan IMI untuk Pengembangan Otomotif di Ranah Kultural
Lebih lanjut, Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, menyatakan bahwa IMI akan terus mendorong klub-klub otomotif di seluruh Indonesia untuk berinovasi. Menurutnya, kegiatan otomotif tak melulu soal balapan atau touring, tetapi bisa dikembangkan menjadi festival budaya, pameran seni, dan event kolaboratif lainnya.
“Kekuatan otomotif Indonesia bukan hanya di arena sirkuit. Kita harus merangkul kekuatan kultural dan sosialnya juga,” kata Bamsoet.
Dia meyakini bahwa pengembangan dunia otomotif melalui pendekatan budaya dan seni akan membuka lebih banyak peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas bangsa melalui kendaraan klasik yang menjadi simbol sejarah perjalanan teknologi dan gaya hidup.
“Mobil klasik merupakan karya sejarah, seni, dan kecintaan yang bisa membawa dampak ekonomi luar biasa. Lewat Indonesia Art Motoring, kita semua bisa melihat bahwa ‘motion and reflection’ bukan hanya tema. Itu adalah pesan bahwa masa depan otomotif bisa dibangun dari kekuatan warisan masa lalu,” pungkas Bamsoet. (P-01)

