WASHINGTON.DC, PARLE.CO.ID. — Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Maggie Hassan, mendesak CEO SpaceX Elon Musk untuk segera memblokir akses layanan internet satelit Starlink dari jangkauan jaringan kriminal transnasional yang beroperasi di Asia Tenggara. Seruan itu muncul setelah laporan menunjukkan bahwa Starlink digunakan untuk memfasilitasi skema penipuan daring yang menargetkan warga Amerika dari “kamp penipuan” di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Laos.
“SpaceX memiliki tanggung jawab untuk memblokir para penjahat yang menggunakan layanan ini untuk menyasar warga Amerika,” tulis Hassan dalam pernyataan tertulis yang dikutip, Jumat (1/8/2025).
Menurut data dari Departemen Keuangan AS, aktivitas penipuan yang terorganisir ini telah merugikan warga Amerika hingga miliaran dolar. Di saat yang sama, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa jaringan tersebut selama bertahun-tahun telah memperdagangkan ratusan ribu orang ke dalam kamp penipuan, di mana korban dipaksa bekerja di balik skema kejahatan daring lintas negara.
Sebagian besar operasi diketahui terjadi di kawasan perbatasan Thailand–Myanmar, termasuk Myawaddy — wilayah yang sejak Februari 2025 telah diputus aliran listrik, bahan bakar, dan internet oleh pemerintah Thailand dalam upaya mengganggu kegiatan ilegal tersebut.
Desakan terhadap SpaceX meningkat setelah insiden penculikan aktor China Wang Xing di Thailand pada Januari lalu. Ia kemudian diselamatkan oleh kepolisian Thailand dalam sebuah penggerebekan di wilayah Myanmar yang diduga menjadi basis operasi sindikat.
Laporan dari United States Institute of Peace (USIP) mengungkapkan bahwa banyak dari kamp penipuan ini dijalankan oleh sindikat kriminal yang berbasis di China.
SpaceX hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan dari Senator Hassan. ***

