KANDANGAN, PARLE.CO.ID – Kalimantan Selatan — Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, aparat kepolisian mencatat sedikitnya 99 kasus narkotika dengan 121 tersangka, sebuah angka yang dinilai mencerminkan ancaman serius terhadap ketahanan sosial dan masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Peringatan itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kandangan, belum lama ini. Di hadapan ratusan peserta, ia menegaskan bahwa data tersebut bukan sekadar statistik, melainkan sinyal darurat bagi seluruh elemen masyarakat.
“Ini adalah alarm keras bahwa narkoba telah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat HSS. Kita tidak boleh menganggapnya sebagai persoalan jauh atau hanya urusan aparat,” ujar Habib Aboe.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I itu, pemberantasan narkoba tidak dapat dipisahkan dari pengamalan nilai-nilai dasar bangsa sebagaimana terkandung dalam Empat Pilar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menilai kehancuran generasi muda akibat narkotika akan berimplikasi langsung pada melemahnya persatuan dan kedaulatan bangsa.
“Bagaimana mungkin kita berbicara tentang bangsa yang berdaulat jika akal sehat dan masa depan anak-anak kita dirusak narkoba. Ini adalah penjajahan tanpa wajah yang bekerja dari dalam rumah tangga,” katanya.
Habib Aboe juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garis pertahanan pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Ia mendorong para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dan memperkuat pendidikan agama di lingkungan rumah.
“Rumah harus menjadi tempat paling aman bagi anak untuk bercerita. Ketika perhatian dan kasih sayang absen, narkoba sering kali datang sebagai pelarian,” ujar anggota Komisi III DPR RI itu lagi..
Selain keluarga, ia mengajak tokoh masyarakat dan warga untuk lebih aktif menjaga lingkungan sekitar, termasuk berani melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif dalam melindungi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Habib Aboe mengapresiasi kinerja Polres Hulu Sungai Selatan dalam mengungkap berbagai kasus narkotika. Namun ia menegaskan bahwa pendekatan penindakan harus diimbangi dengan upaya pencegahan yang sistematis dan melibatkan masyarakat luas.
“Menyelematkan satu orang dari narkoba berarti menyelamatkan satu keluarga. Kandangan harus kita jaga bersama agar tetap religius, aman, dan bebas dari ancaman narkotika,” kata Sekretaris Jenderal DPP PKS periode 2020–2025 itu. ***



