spot_img
Minggu, 25 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaLegislatifSerangan AS ke Venezuela Picu Kekhawatiran Harga Minyak, Eddy Soeparno Minta Pemerintah...

    Serangan AS ke Venezuela Picu Kekhawatiran Harga Minyak, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Siaga

    -

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Ketegangan geopolitik global kembali menempatkan pasar energi dunia dalam posisi rapuh. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno pada Senin (5/1/2026) mengingatkan pemerintah agar bersikap waspada dan menyiapkan langkah antisipatif menyusul potensi gejolak harga minyak dunia akibat serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, salah satu pemasok minyak mentah utama global.

    Eskalasi konflik tersebut, menurut Eddy, berisiko mengganggu pasokan minyak internasional di tengah permintaan yang masih tinggi. Kondisi itu berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dunia, yang pada gilirannya dapat memberi tekanan langsung terhadap perekonomian nasional, termasuk stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait perlu melakukan antisipasi sejak dini, baik untuk dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Risiko kenaikan harga minyak dunia terbuka lebar ketika pasokan terganggu oleh konflik geopolitik,” kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta.

    Ia menilai, tanpa langkah mitigasi yang tepat, lonjakan harga minyak berpeluang menambah beban fiskal negara, terutama melalui peningkatan subsidi energi dan tekanan terhadap neraca perdagangan. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

    “Antisipasi lebih awal akan membantu menjaga APBN tetap sehat. Jangan sampai krisis global ini berdampak luas terhadap stabilitas fiskal dan perekonomian nasional,” ujarnya.

    Di luar risiko jangka pendek, Eddy memandang krisis Venezuela sebagai pengingat keras akan rapuhnya ketergantungan pada energi impor. Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, situasi ini seharusnya menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mempercepat penguatan ketahanan energi nasional.

    Salah satu langkah krusial, kata dia, adalah mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil dengan mempercepat transisi menuju energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri.

    “Ketergantungan pada impor energi harus dikurangi secara bertahap namun konsisten. Percepatan transisi energi terbarukan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ujar Eddy.

    Ia menegaskan bahwa dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan ketahanan energi sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Krisis di Venezuela, menurutnya, kembali menegaskan besarnya risiko yang melekat pada ketergantungan pasokan energi dari negara lain.

    Eddy juga menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

    “Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi dan mengakhiri paradoks energi dengan mengoptimalkan sumber-sumber energi dalam negeri,” kata Eddy menutup pernyataannya. ***

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI