BIREUEN, PARLE.CO.ID – Kabar baik datang dari konektivitas lintas timur Aceh. Jalur utama yang menghubungkan Banda Aceh dan Medan kini dipastikan kembali pulih setelah Jembatan Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen selesai diperbaiki. Pulihnya jembatan ini mengakhiri masa penantian panjang warga dan pengendara yang sebelumnya harus menggunakan jalur alternatif yang sempit dan memakan waktu.
Wagub Fadhlullah Pastikan Progres Kuta Blang Hampir Rampung, Sementara Aksi Pencurian Baut di Teupin Mane Resahkan Warga
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam kunjungan kerjanya baru-baru ini juga meninjau langsung pembangunan Jembatan Bailey di Kuta Blang. Ia menyatakan bahwa progres pengerjaan telah mencapai 98 persen dan hanya menyisakan tahap penyelesaian akhir sebelum dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.
Ancaman Sabotase OTK
Namun, di tengah kemajuan infrastruktur tersebut, muncul laporan meresahkan mengenai aksi sabotase. Sejumlah baut pada Jembatan Bailey Teupin Mane dilaporkan dicopot oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Aksi pencurian komponen penting ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan karena dapat memicu pergeseran struktur jembatan yang bersifat sementara tersebut.
Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat setempat mengutuk keras tindakan ini dan meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku demi menjaga fasilitas publik yang sangat vital bagi mobilitas ekonomi warga.
Pentingnya Pengawasan Bersama
Wagub Fadhlullah mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga aset negara. “Infrastruktur ini dibangun untuk kepentingan bersama. Jika melihat ada aktivitas mencurigakan di area jembatan, segera laporkan kepada pihak berwajib agar kejadian seperti di Teupin Mane tidak terulang kembali,” tegasnya.
Menindaklanjuti insiden pencurian baut di Jembatan Bailey Teupin Mane, Bireuen, berikut adalah langkah-langkah pengamanan dan penanganan yang diambil oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Bireuen dan otoritas terkait:
1. Peningkatan Patroli di Titik Vital
Polda Aceh melalui Polres Bireuen telah menginstruksikan jajaran Polsek Juli untuk meningkatkan intensitas patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan (malam hingga dini hari). Fokus pengawasan tidak hanya pada Jembatan Teupin Mane, tetapi juga pada jembatan bailey lainnya yang baru saja tersambung di kawasan Kuta Blang dan Peusangan Selatan.
2. Investigasi dan Pengejaran Pelaku
-
Olah TKP: Tim Satreskrim Polres Bireuen telah melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengidentifikasi jumlah baut yang hilang dan mencari barang bukti yang tertinggal.
-
Identifikasi OTK: Polisi tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi warga sekitar dan memeriksa rekaman jika tersedia (meskipun area tersebut minim CCTV). Aksi ini diduga dilakukan oleh sindikat pencuri spesialis logam atau oknum yang berniat melakukan sabotase.
3. Koordinasi dengan BPJN dan Dinas Terkait
Pihak kepolisian bekerja sama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk segera mengganti baut-baut yang hilang. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas struktur jembatan mengingat jembatan bailey sangat bergantung pada kekokohan sambungan baut rangka baja agar tidak goyang saat dilintasi kendaraan berat.
4. Penjagaan Statis dan Pengaturan Lalin
Selama masa pemulihan dan pencarian pelaku, personel kepolisian bersama Dinas Perhubungan ditempatkan secara statis di pos dekat jembatan. Selain untuk menjaga keamanan infrastruktur, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas sistem buka-tutup guna mengurangi beban getaran pada jembatan yang bautnya sempat dicopot.
5. Imbauan Keamanan Masyarakat
Polisi mengajak masyarakat Desa Teupin Mane dan sekitarnya untuk menerapkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang lebih ketat di sekitar infrastruktur publik. Masyarakat diminta segera melapor melalui nomor darurat atau langsung ke Polsek terdekat jika melihat aktivitas mencurigakan di area konstruksi jembatan. (P-01)



