spot_img
Minggu, 25 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaEksekutifMenteri P2MI Buka Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran, Tekankan Perlindungan Keluarga Migran

    Menteri P2MI Buka Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran, Tekankan Perlindungan Keluarga Migran

    -

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Di sebuah aula Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Rabu pagi (17/12/2025) kisah tentang jarak, pengorbanan, dan harapan memenuhi ruangan. Menteri P2MI Mukhtarudin berdiri di hadapan anak-anak pekerja migran, sebagian di antaranya telah bertahun-tahun tumbuh tanpa kehadiran orang tua—untuk membuka Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia, sebuah agenda yang menempatkan keluarga migran sebagai pusat perhatian negara.

    Kegiatan ini digelar sehari menjelang peringatan Hari Migran Internasional, yang jatuh pada 18 Desember, dan mengusung tema “Satu Cahaya, Ribuan Kisah Anak Pekerja Migran Indonesia: Menebar Kepedulian, Merajut Masa Depan.” Tema tersebut, menurut Mukhtarudin, mencerminkan realitas yang kerap luput dari sorotan: di balik remitansi dan kontribusi ekonomi, terdapat anak-anak yang tumbuh dengan kerinduan dan ketangguhan.

    “Pekerja migran adalah pejuang keluarga. Mereka meninggalkan tanah air bukan demi kenyamanan, tetapi demi masa depan anak-anak mereka,” kata Mukhtarudin dalam sambutannya.

    Mukhtarudin menekankan bahwa isu pekerja migran tidak semata soal tenaga kerja lintas negara, melainkan perjuangan ekonomi keluarga. Negara, ujarnya, memiliki kewajiban melindungi pekerja migran Indonesia dan keluarga yang mereka tinggalkan, mulai dari masa pra-keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, hingga kepulangan.

    Ia menuturkan kisah Haidar, seorang anak pekerja migran yang selama sembilan tahun terakhir tidak bertemu ayahnya yang bekerja di Taiwan, sementara ibunya baru saja berangkat ke Hong Kong. Kisah itu menjadi gambaran nyata tentang harga yang harus dibayar oleh banyak keluarga migran.

    “Kalian harus belajar sungguh-sungguh dan bermimpi setinggi mungkin. Pengorbanan orang tua kalian adalah untuk masa depan kalian,” ujar Mukhtarudin, menyapa anak-anak yang hadir.

    Acara tersebut dihadiri perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dari berbagai daerah, serta lembaga yang bergerak di bidang perlindungan anak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia, UNICEF, dan Save the Children. Hadir pula organisasi mitra dan pengurus Dharma Wanita Persatuan KemenP2MI.

    Di antara para tamu, hadir Seto Mulyadi—akrab disapa Kak Seto—tokoh nasional yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pejuang hak anak. Mukhtarudin secara khusus menyampaikan penghargaan atas kehadiran dan konsistensi Kak Seto dalam isu perlindungan anak.

    Bukan Korban Keadaan

    Dalam sesi motivasi, Kak Seto mengajak anak-anak pekerja migran untuk melihat diri mereka bukan sebagai korban keadaan, melainkan sebagai individu dengan potensi yang beragam. “Kecerdasan tidak hanya ada di ruang kelas. Ada yang cerdas bernyanyi, menggambar, berolahraga, dan banyak bentuk kecerdasan lainnya,” Kataya.

    Ia juga membagikan kisah masa kecilnya—tentang kehilangan orang tua dan bekerja sejak usia dini—sebagai pengingat bahwa keterbatasan tidak harus membatasi mimpi. Kepada orang tua dan pendamping, Kak Seto berpesan agar anak-anak didampingi dengan kasih sayang, tanpa kekerasan atau penelantaran.

    Rangkaian kegiatan ini turut diisi dengan aksi sosial, pendampingan keluarga, serta program pemberdayaan purna migran. Bagi pemerintah, inisiatif tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memastikan bahwa anak-anak pekerja migran tidak tumbuh dalam bayang-bayang ketertinggalan.

    Menjelang penutupan acara, harapan yang sama mengemuka dari panggung dan kursi-kursi hadirin: bahwa di balik kisah jarak dan pengorbanan, anak-anak pekerja migran Indonesia tetap memiliki ruang untuk bermimpi—dan negara hadir untuk menjaga mimpi itu tetap menyala. ***

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI