JAKARTA, PARLE.CO.ID – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat kemarin (15/8/2025), menjadi momentum refleksi sekaligus optimisme bagi masa depan Indonesia.
Menurut Fahri, pidato tersebut tidak hanya bersifat seremonial kenegaraan, tetapi juga menandai arah baru perjalanan bangsa menuju cita-cita besar.
“Ini bukan hanya menandai momentum kenegaraan, tetapi menjadi titik refleksi dan optimisme atas perubahan nasib bangsa Indonesia menuju cita-cita keadilan, kemakmuran, dan kedaulatan,” tulis Fahri dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabtu (16/8/2025).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan RAPBN 2026 akan menjadi instrumen untuk mewujudkan visi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Fokus utama anggaran negara tahun depan diarahkan pada ketahanan pangan, energi, pemerataan pembangunan, pendidikan, dan kesehatan.
Sejumlah capaian yang diklaim pemerintah tahun ini antara lain pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,12 persen (year-on-year), peningkatan ekspor 10,67 persen berkat hilirisasi, penurunan tingkat pengangguran ke level 4,76 persen, angka kemiskinan turun menjadi 8,47 persen (terendah dalam sejarah), serta inflasi terkendali di angka 2,4 persen.
Prabowo juga menyoroti program prioritas yang telah berjalan, seperti Makan Bergizi Gratis untuk 20 juta penerima, Cek Kesehatan Gratis bagi 17 juta warga, revitalisasi 13.000 sekolah, pembentukan 80.000 koperasi desa, serta stimulus ekonomi dua tahap dengan total nilai Rp57,4 triliun.
Delapan Agenda Utama RAPBN 2026
Dalam RAPBN 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk delapan agenda prioritas, antara lain adalah ketahanan pangan Rp164,4 triliun, termasuk swasembada beras-jagung, subsidi pupuk Rp46,9 triliun, dan penguatan Bulog.
Ketahanan energi Rp402,4 triliun untuk peningkatan produksi migas, subsidi tepat sasaran, serta percepatan energi terbarukan. Kemudian, generasi unggul Rp335 triliun melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk percepatan penurunan stunting serta pemberdayaan UMKM.
Selanjutnya adalah pendidikan Rp757,8 triliun, terbesar sepanjang sejarah, termasuk KIP untuk 21,1 juta siswa dan 1,2 juta mahasiswa. Selain itu juga, anggaran kesehatan Rp244 triliun untuk JKN, revitalisasi rumah sakit, pencegahan TBC, penurunan stunting, serta layanan gratis bagi 96,8 juta warga miskin.
Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat, menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, dan memperjuangkan kepentingan nasional di berbagai forum internasional, mulai dari BRICS, G20, ASEAN, hingga rencana bergabung dengan OECD. ***

