Ketua Umum IMI Hadiri HUT ke-4 JK Owners Indonesia, Tegaskan Peran Komunitas dalam Mendukung Industri Otomotif dan UMKM
Komunitas Otomotif Diangkat Sebagai Motor Penggerak Ekonomi oleh Ketua Umum IMI
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus anggota DPR Bambang Soesatyo menyerukan kepada komunitas otomotif untuk aktif mengambil bagian dalam penguatan ekosistem otomotif nasional. Tidak hanya sebagai penggemar kendaraan, komunitas seperti Jeep JK Owners Indonesia didorong menjadi pelaku strategis dalam memperkuat industri kreatif, sektor UMKM, dan pembentukan karakter kebangsaan.
Hal ini disampaikan Bamsoet dalam acara perayaan HUT ke-4 Komunitas Jeep JK Owners Indonesia, yang digelar di Jakarta pada Sabtu (12/7/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa komunitas otomotif bukan sekadar kumpulan pecinta kendaraan, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu memberi dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi dan budaya bangsa.
Transformasi Komunitas Otomotif: Dari Hobi Menjadi Pilar Ekonomi
Menurut Ketua MPR ke-15 itu, dalam empat tahun perjalanannya, JK Owners Indonesia telah membuktikan bahwa sebuah komunitas mampu membentuk wajah baru dunia otomotif yang inklusif dan produktif. Mereka bukan hanya menjalankan hobi, tapi juga ikut serta membangun sinergi antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.
“Empat tahun bukan hanya angka, tapi bukti kontribusi nyata. Komunitas ini memperlihatkan bagaimana hobi bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif,” kata Bamsoet. Ia menambahkan, komunitas otomotif kini menjadi jembatan penting antara produsen kendaraan, konsumen, dan pembuat kebijakan.
Regulasi dan Keselamatan: Peran Strategis Komunitas dalam Sosialisasi Aturan
Dalam paparannya, Bamsoet juga menyinggung soal regulasi modifikasi kendaraan yang kini sudah memiliki payung hukum melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2023. Ia berharap komunitas otomotif dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam menyosialisasikan standar keselamatan, legalitas, dan keberlanjutan dalam dunia modifikasi kendaraan.
Selama ini, kegiatan off-road dan modifikasi sering kali dinilai negatif sebagai gaya hidup hedonis atau tidak aman. Namun, Bamsoet menekankan bahwa persepsi ini dapat diubah dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif dari komunitas itu sendiri.
Dampak Ekonomi Signifikan: Komunitas Berperan dalam Peningkatan Pasar
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia itu mengungkapkan bahwa kontribusi komunitas otomotif terhadap pertumbuhan industri sangat signifikan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan kendaraan jenis SUV telah mencapai hampir 26% dari total penjualan nasional hingga kuartal I 2025. Komunitas dianggap sebagai ‘duta informal’ yang mempromosikan gaya hidup, memberikan informasi teknis, hingga mendorong minat pasar melalui testimoni dan kegiatan sosial.
Lebih lanjut, berdasarkan data Perkumpulan Pengusaha Aksesoris Mobil Indonesia (Pahami), sektor modifikasi kendaraan tumbuh rata-rata 12% per tahun sejak 2022, dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp3 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh peran komunitas dalam menciptakan tren dan mendukung modifikator lokal.
Sinergi Otomotif dan Ekonomi Kreatif: Langkah Strategis Menuju Masa Depan
Bamsoet menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mendorong potensi ekonomi berbasis otomotif. Ia menilai bahwa komunitas otomotif adalah kekuatan yang tidak hanya bergerak di jalanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasional berbasis inovasi dan kolaborasi.
“Lebih dari sekadar motorisasi, ini adalah gerakan sosial modern. Komunitas otomotif adalah kekuatan kolektif yang menggerakkan ekonomi, memperkuat budaya, dan menyatukan semangat kebangsaan,” pungkas Bamsoet. (P-01)



