Wakil Ketua MPR Apresiasi Komitmen Internasional, Namun Ingatkan Bahaya Normalisasi dengan Israel
Hidayat Nur Wahid Dukung Pernyataan Prabowo-Macron Soal Palestina
JAKARTA, PARLE.CO.ID —Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut positif pernyataan bersama Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mendorong kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dan momentum global yang semakin menolak genosida Israel di Gaza.
“Pernyataan ini tepat karena banyak negara seperti Spanyol, Norwegia, dan Prancis sendiri telah mengakui Palestina. Bahkan, Prancis bersama Inggris dan Kanada akan segera umumkan pengakuan resmi,” ujar HNW dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (29/5/2025).
Kritik Terkait Rencana Normalisasi dengan Israel
Meski mendukung upaya diplomasi, HNW mengingatkan agar Prabowo tidak terburu-buru membuka hubungan diplomatik dengan Israel, meski dengan syarat pengakuan terhadap Palestina. Ia mencontohkan bagaimana Israel kerap mengingkari kesepakatan, termasuk solusi dua negara (two-state solution) yang sejak 2002 selalu ditolak Tel Aviv.
“Publik tidak ingin Presiden Prabowo terjebak tipu daya Israel, yang terkenal tidak patuh pada keputusan PBB, ICJ, atau ICC. Beberapa negara Arab sudah normalisasi, tapi justru Israel makin memperluas pendudukan,” tegasnya.
Syarat Palestina Merdeka yang Sesungguhnya
HNW menekankan bahwa kemerdekaan Palestina haruslah kedaulatan penuh—bukan sekadar boneka Israel. Ia merujuk pada keputusan OKI dan Liga Arab yang menuntut Palestina merdeka dengan batas wilayah sebelum 1967, termasuk Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
“Palestina harus benar-benar merdeka, bukan dengan Al-Aqsa dihancurkan atau warga Gaza direlokasi. Baru setelah itu, diskusi tentang hubungan dengan Israel bisa dilakukan,” jelasnya.
Harapan untuk Langkah Diplomasi Selanjutnya
HNW berharap Prabowo terus konsisten mendorong pengakuan Palestina di forum internasional, termasuk dengan memanfaatkan pertemuan mendatang antara Prancis dan Arab Saudi.
“Semoga 146 negara yang sudah akui Palestina semakin solid, hingga PBB sahkan sebagai anggota penuh. Itulah cara lunasi hutang Indonesia pada perjuangan Palestina,” pungkasnya. (P-01)

