Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Kunci Sukses Pendidikan Inklusif, Pendidikan Nonformal Jadi Solusi Bagi Anak Putus Sekolah
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menekankan pentingnya akses pendidikan yang mudah bagi seluruh anak Indonesia guna menekan angka putus sekolah. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya demi mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
Data terbaru dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 mengungkapkan bahwa 86,34% anak Indonesia telah mengenyam pendidikan di tingkat SMA, SMK, MA, atau sederajat. Namun, sayangnya, 33,21% di antaranya tidak dapat menyelesaikan pendidikan mereka.
Program Pemerintah Harus Tepat Sasaran
Lestari, yang akrab disapa Rerie, menyoroti pentingnya realisasi program pemerintah seperti wajib belajar 13 tahun dan pemberian beasiswa di semua jenjang pendidikan. Menurut anggota Komisi X DPR RI ini, program tersebut harus dijalankan secara efektif agar tepat sasaran.
Selain itu, Rerie juga mendorong pemanfaatan pendidikan nonformal, seperti kelompok belajar Paket A, B, dan C, sebagai alternatif bagi mereka yang terpaksa putus sekolah. “Ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).
Peran Aktif Pemangku Kebijakan Pusat dan Daerah
Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Rerie menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini dinilai krusial untuk memastikan layanan pendidikan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa terkendala.
“Kita perlu membangun kerja sama yang solid antar pemangku kepentingan agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar,” pungkas Rerie. (P-01)



