BerandaUncategorizedIrman Gusman: Efisiensi dan Budaya Hemat, Kunci Kemajuan Indonesia

Irman Gusman: Efisiensi dan Budaya Hemat, Kunci Kemajuan Indonesia

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID– Anggota DPD RI dari Sumatera Barat, Irman Gusman menyoroti pentingnya efisiensi dan budaya hemat, dalam pembangunan bangsa. Irman menekankan bahwa pemahaman efisiensi tidak hanya harus dilihat dari aspek ekonomi, tetapi juga dari sudut pandang budaya dan sosial.

Partisipasi besar dari berbagai kalangan, lanjut Irman yang berbicara secara daring, Jumat malam (21/2/2025) dalam acara halaqah yang digelar rutin oleh Gus Wahid, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memahami isu-isu fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebenarnya saya tidak perlu lagi menambahkan banyak hal karena pemaparan dari Profesor Doktor Edi Amin sudah sangat mendalam. Namun, saya ingin menyoroti satu hal yang fundamental, yaitu bagaimana efisiensi harus menjadi bagian dari budaya kita,” ujar Ketua DPD RI periode 2009-2016 itu.

Ia menambahkan bahwa efisiensi dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar konsep ekonomi, tetapi juga harus menjadi kebiasaan yang tertanam dalam masyarakat.

“Kita tahu bahwa hemat pangkal kaya, dan boros pangkal miskin. Namun, dalam praktiknya, masih banyak yang belum mengadopsi prinsip ini secara menyeluruh,” lanjutnya lagi.

Peredaran Negara Maju dan Berkembang

Senator dari Sumbar ini, juga menyinggung perbedaan antara negara-negara maju dan Indonesia dalam hal pengawasan serta penerapan demokrasi yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Menurutnya, Indonesia masih dalam tahap berkembang menuju demokrasi yang lebih matang, di mana transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya.

“Dalam 50 tahun terakhir, Indonesia telah banyak berkembang, terutama sejak tahun 1960-an. Namun, masih ada tantangan besar dalam menanamkan kesadaran efisiensi sebagai bagian dari budaya nasional,” tegas Irman.

Diskusi ini semakin menarik dengan adanya perspektif Islam yang dikemukakan oleh para narasumber, menegaskan bahwa efisiensi bukan hanya persoalan ekonomi tetapi juga bagian dari ajaran agama yang menuntun umat untuk hidup lebih terukur dan disiplin.

Acara halaqah yang rutin diadakan ini diharapkan Irman Gusman, dapat terus menjadi wadah diskusi yang konstruktif, mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Dengan menerapkan budaya hemat dan efisien, Indonesia dapat bergerak lebih cepat menuju kemajuan yang berkelanjutan,” pungkas Irman Gusman. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...