BerandaUncategorizedPembangunan Jalan Tani di Maluku Utara: Upaya Peningkatan Produktivitas dan Ekonomi Daerah

Pembangunan Jalan Tani di Maluku Utara: Upaya Peningkatan Produktivitas dan Ekonomi Daerah

Published on

spot_img

MALUKU UTARA, PARLE.CO.ID — Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Maluku Utara (Malut), Graal Taliawo, dalam rapat bersama Kementerian Pertanian (Kementan), mendesak pemerintah untuk mengupayakan pembangunan jalan tani guna mendukung produktivitas masyarakat Maluku Utara.

Graal Taliawo menyatakan bahwa sektor pertanian dan perkebunan pantas menjadi motor penggerak ekonomi masa depan Maluku Utara dan Indonesia. Menurutnya, semangat pemberdayaan warga melalui sumber daya alam berkelanjutan yang ada di sekitar sangat penting.

Aspirasi Warga untuk Pembangunan Jalan Tani

Aspirasi tersebut banyak disampaikan oleh warga Desa Bukit Durian, Kecamatan Oba, dan Desa Gosale, Kecamatan Oba Utara, di Kota Tidore Kepulauan serta Desa Tewil, Kecamatan Maba Kota, di Kabupaten Halmahera Timur. Selain pembangunan jalan tani, para petani juga membutuhkan pelatihan dan pendampingan melalui koperasi tani, yang kini berjumlah sekitar 22 unit di wilayah tersebut.

Hilirisasi Sektor Pertanian dan Perkebunan

Graal Taliawo menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan di Maluku Utara. Produksi komoditas unggulan seperti kelapa, pala, dan cengkih cenderung masih dalam bentuk mentah atau setengah mentah dan belum menyasar produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi. Masyarakat setempat juga masih memiliki keterbatasan dalam mengelola hasil tani dan kebun menjadi produk olahan serta memasarkannya.

Usulan Transfer Pengetahuan dan Pemberdayaan Berbasis UMKM

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Graal mengusulkan adanya upaya transfer pengetahuan, pemberdayaan berbasis komunitas dan UMKM, penyediaan alat pengolahan sederhana, serta pembinaan terkait cara memasarkan hasil olahan.

Program Beasiswa untuk Menarik Minat Generasi Muda

Graal juga menyampaikan bahwa pemerintah perlu meluncurkan program beasiswa pendidikan di sektor pertanian untuk menarik minat anak muda dalam sektor tersebut. Generasi muda di Maluku Utara cenderung enggan bertani dan beralih ke profesi lain, seperti sektor pertambangan, yang berdampak pada menurunnya jumlah tenaga kerja dan produksi komoditas tertentu. (P-01)

 

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Tragis di Usia 18 Tahun: Penyebab Meninggalnya Aktris ‘Godzilla x Kong’ Kaylee Hottle Terungkap Usai Kecelakaan Maut di Maryland

Aktris muda Kaylee Hottle (18) meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di Maryland. Pihak medis...

AIPA Diminta Perkuat Perdamaian ASEAN Lewat Deteksi Dini Ancaman Digital

Dinamika keamanan kawasan Asia Tenggara dinilai telah bergeser seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Ancaman...

Indonesia Harus Perkuat Diplomasi, Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan eskalasi konflik yang melibatkan Amerika...

Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Dinamika penanganan perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie...

More like this

Tragis di Usia 18 Tahun: Penyebab Meninggalnya Aktris ‘Godzilla x Kong’ Kaylee Hottle Terungkap Usai Kecelakaan Maut di Maryland

Aktris muda Kaylee Hottle (18) meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di Maryland. Pihak medis...

AIPA Diminta Perkuat Perdamaian ASEAN Lewat Deteksi Dini Ancaman Digital

Dinamika keamanan kawasan Asia Tenggara dinilai telah bergeser seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Ancaman...

Indonesia Harus Perkuat Diplomasi, Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan eskalasi konflik yang melibatkan Amerika...