JAKARTA, PARLE.CO.ID — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengadakan audiensi dengan Ketua MPR Ahmad Muzani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2025). Dalam pertemuan tersebut, DPP GMNI menyampaikan berbagai program strategis, termasuk agenda kaderisasi untuk melahirkan pemimpin muda yang berpegang pada nilai-nilai Marhaenisme.
Kaderisasi untuk Lahirkan “Soekarno-Soekarno Muda”
Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi, menjelaskan bahwa organisasi yang berazaskan Marhaenisme tersebut tengah mempersiapkan kaderisasi untuk membentuk pemimpin-pemimpin yang mampu menerapkan ajaran Bung Karno.
“Kaderisasi ini menjadi upaya kami melahirkan ‘Sukarno-Sukarno muda,’ yaitu kader ideologis yang siap mengamalkan ajaran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Imanuel kepada wartawan.
Dalam audiensi tersebut, GMNI juga menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Muzani atas perannya dalam menghapuskan Tap MPRS Nomor 33/MPRS/1967, yang selama bertahun-tahun mencoreng nama baik Presiden Pertama RI, Soekarno.
“Ketua MPR RI merupakan tokoh penting dalam upaya memulihkan nama baik Bung Karno. Kami sangat mengapresiasi langkah tersebut,” tambah Imanuel.
Dukungan terhadap Kebijakan Ekonomi Kerakyatan
GMNI turut mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat kecil, seperti program makan bergizi gratis, penghapusan utang bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Kebijakan berbasis ekonomi kerakyatan seperti ini sangat sejalan dengan nilai-nilai Marhaenisme yang kami perjuangkan,” kata Imanuel.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap politik persatuan bangsa yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ahmad Muzani: Persatuan adalah Inti Pancasila
Menanggapi audiensi tersebut, Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan bahwa persatuan merupakan kunci keberhasilan sebuah bangsa. Menurutnya, pesan persatuan selalu menjadi salah satu inti dari ajaran Bung Karno.
“Persatuan adalah salah satu ucapan yang paling sering disampaikan Bung Karno. Bahkan, inti dari Pancasila adalah gotong royong, yang bermakna persatuan,” tegas Muzani.
Ia juga mengingatkan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Muzani menekankan, agar setiap elemen masyarakat, termasuk GMNI, tetap menjaga idealisme mereka sambil bersikap realistis dalam menghadapi tantangan bangsa.
“Untuk teman-teman GMNI, saya berpesan agar tetap idealis, namun juga realistis dalam melihat persoalan bangsa. Pengalaman GMNI yang pernah melalui masa sulit adalah bekal penting bagi kematangan organisasi di masa kini dan mendatang,” kata Sekjen Partai Gerindra itu.
Menatap Masa Depan dengan Gotong Royong
Audiensi ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara GMNI dan Ketua MPR RI. Kedua belah pihak sepakat bahwa gotong royong dan persatuan harus menjadi nilai utama dalam membangun bangsa.
GMNI optimistis bahwa kaderisasi yang tengah mereka jalankan akan melahirkan generasi penerus yang mampu mengamalkan ajaran Bung Karno dalam kehidupan nyata. Sementara itu, Ahmad Muzani menegaskan bahwa idealisme dan kerja sama adalah kunci untuk menghadapi tantangan bangsa di era modern. (P-01)

