BerandaPeristiwaRusia Desak Dunia Kutuk Serangan AS-Israel ke Situs Nuklir Iran

Rusia Desak Dunia Kutuk Serangan AS-Israel ke Situs Nuklir Iran

Published on

spot_img

Rusia mendesak komunitas internasional kutuk keras serangan AS dan Israel ke situs nuklir Iran di Ardakan, Bushehr, dan Khondab. Simak pernyataan resminya.

MOSKOW, PARLE.CO.ID – Pemerintah Rusia secara resmi mendesak komunitas internasional untuk mengeluarkan kutukan keras terhadap serangan yang baru-baru ini diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir di Iran. Moskow menilai aksi militer tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang dapat mengancam keamanan global.

Dikutip dari laporan Anadolu Agency, serangan tersebut menargetkan fasilitas di tiga kota strategis Iran, yakni Ardakan, Bushehr, dan Khondab, yang merupakan rumah bagi infrastruktur utama terkait nuklir negara tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa tindakan ini tidak boleh dibiarkan tanpa respons tegas dari dunia internasional.

“Serangan-serangan ini layak mendapatkan kutukan yang tegas dan teguh dari seluruh komunitas internasional. Pelanggaran berat terhadap hukum internasional terus berlanjut, dan mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman tersebut harus memahaminya,” ujar Zakharova dalam pernyataan resminya, Sabtu (28/3/2026).

Laporan tersebut merinci bahwa serangan yang terjadi pada Jumat waktu setempat menyasar fasilitas produksi yellowcake di Ardakan dan fasilitas air berat di Khondab. Selain itu, terdapat laporan mengenai serangan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.

Zakharova menyatakan keprihatinannya bahwa serangan semacam itu secara langsung merusak mekanisme verifikasi internasional. Menurutnya, aksi militer tersebut membatalkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), mekanisme verifikasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta standar keselamatan dan keamanan nuklir global.

Pihak Moskow juga meminta kepemimpinan IAEA untuk mengambil posisi yang lebih vokal. Zakharova menekankan bahwa Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, harus berbicara lebih jelas mengenai seriusnya ancaman yang coba diabaikan oleh lawan-lawan Iran.

“Kami sangat mengutuk jalur destruktif ini. Mereka yang mengejarnya harus segera berhenti,” tegas Zakharova. Rusia berharap IAEA segera menyampaikan perlunya penghentian serangan tersebut setelah menerima informasi detail dari otoritas Iran mengenai perkembangan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar fasilitas nuklir tersebut terus menjadi perhatian dunia, mengingat dampaknya yang tidak hanya bersifat politis, tetapi juga risiko keamanan radiologi bagi kawasan sekitar.

Analisis Redaksi Parle.co.id:  Pesan Politik “Tanpa Batas”

Serangan terhadap fasilitas di Ardakan, Bushehr, dan Khondab bukan sekadar operasi taktis untuk melumpuhkan kapasitas militer, melainkan pesan politik “tanpa batas” dari poros Washington-Tel Aviv. Analisis kami melihat bahwa serangan ke situs nuklir sipil merupakan tindakan nekad yang melampaui “garis merah” hukum internasional, yang selama ini tabu untuk disentuh karena risiko bencana lingkungan global.

Sikap keras Rusia melalui Maria Zakharova menunjukkan bahwa Moskow kini memposisikan diri sebagai tameng diplomatik terakhir bagi Iran di panggung PBB. Jika IAEA di bawah Rafael Grossi gagal mengambil posisi tegas, kredibilitas rezim non-proliferasi nuklir global akan runtuh sepenuhnya. Kondisi ini diprediksi akan memaksa Iran untuk keluar dari NPT, yang secara otomatis memicu perlombaan senjata nuklir di seluruh kawasan Asia Barat—sebuah skenario terburuk yang kini di depan mata. ****

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...