BerandaLegislatif566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Published on

spot_img

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menempatkan keamanan pangan sebagai sorotan utama. DPR mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) tidak sekadar memberikan sanksi, tetapi mengevaluasi seluruh sistem penyelenggaraan program tersebut.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri mengatakan keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas sebelum pemerintah masuk ke tahap evaluasi dan penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Yang terpenting, mereka yang terindikasi keracunan segera ditangani tim medis demi upaya penyelamatan dan kesembuhan,” kata Abidin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).

Menurut Abidin, penanganan medis terhadap korban harus berjalan seiring dengan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden. Kepala BGN, kata dia, perlu turun langsung memastikan akar persoalan ditemukan dan tidak berhenti pada pemberian sanksi administratif.

“Sanksi tentu perlu, tetapi evaluasi menyeluruh jauh lebih penting agar kasus keracunan ini tidak berulang,” ujar legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Insiden di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menjadi perhatian karena jumlah penerima manfaat yang terdampak cukup besar.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 566 penerima MBG diduga mengalami keracunan. Sebanyak 35 santri tambahan dilaporkan telah dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu siang.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespons kejadian tersebut dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, yang menjadi penyedia makanan bagi penerima program.

Bagi Abidin, penghentian sementara tersebut perlu diikuti pemeriksaan menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan. Pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga terhadap seluruh rantai produksi dan distribusinya.

Abidin meminta BGN menjadikan kasus Sidoarjo sebagai momentum untuk membenahi tata kelola MBG secara menyeluruh. Pengawasan harus mencakup pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Ia menilai keberhasilan MBG tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa luas makanan bergizi dapat didistribusikan kepada masyarakat. Program tersebut juga harus mampu memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami berharap kasus di Sidoarjo ini menjadi yang terakhir,” kata Abidin.

Evaluasi menyeluruh, menurut dia, menjadi penting untuk memastikan program MBG tetap mencapai tujuan utamanya tanpa mengorbankan keselamatan penerima manfaat. Pemerintah juga perlu memastikan setiap tahapan pengadaan dan penyediaan makanan memiliki mekanisme pengawasan yang mampu mencegah kejadian serupa terulang.

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

More like this

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...