BerandaUncategorizedMenapak Jejak Buya Hamka di Sungai Batang: Seruan Irman Gusman untuk Menghidupkan...

Menapak Jejak Buya Hamka di Sungai Batang: Seruan Irman Gusman untuk Menghidupkan Warisan Intelektual Islam Nusantara

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE CO.ID — Di sebuah rumah kayu di tepian Danau Maninjau, udara pagi membawa aroma lembab dari pepohonan tua. Di sanalah, pada 17 Februari 1908, seorang bayi lahir dan kelak dikenal sebagai ulama besar, sastrawan, dan cendekiawan Islam: Buya Hamka.

Lebih dari seabad kemudian, rumah itu masih berdiri—sederhana tapi sakral. Dindingnya memantulkan jejak masa lalu, sementara pengunjung berjalan perlahan menatap foto-foto hitam putih yang menandai perjalanan seorang tokoh yang mengubah wajah pemikiran Islam Indonesia.

Akhir pekan ini, Irman Gusman, anggota DPD RI asal Sumatera Barat, datang berziarah. Namun kunjungannya bukan sekadar penghormatan. Ia datang membawa gagasan: menghidupkan kembali nilai dan keteladanan Buya Hamka melalui pengembangan wisata sejarah dan religius.

“Buya Hamka adalah sosok legendaris yang mengharumkan nama bangsa. Banyak wisatawan dari berbagai negara datang ke sini untuk menapaktilas perjuangan dan pemikiran beliau,” ujar Irman dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10/2025).

Irman menilai, museum itu memiliki potensi lebih dari sekadar tempat wisata. “Saya mendorong generasi muda untuk menapaktilas dan menghargai jejak sejarah tokoh-tokoh bangsa, salah satunya Buya Hamka yang lahir di kawasan Danau Maninjau, salah satu danau terindah di dunia,” katanya.

Sungai Batang dan Jejak Sejarah yang Masih Bernapas

Nagari Sungai Batang, tempat lahirnya Buya Hamka, tampak sunyi di antara perbukitan yang menghijau. Tapi di balik ketenangan itu, tersimpan denyut kehidupan baru. Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH), yang dipimpin Rudi Yudistira, bekerja tanpa lelah melestarikan situs-situs bersejarah di kawasan ini.

“Kami ingin menjadikan Sungai Batang sebagai kawasan wisata sejarah, budaya, dan religius yang terintegrasi. Tapi kami masih menghadapi kendala infrastruktur. Akses menuju Surau Tuo Inyiak Rasul, Masjid Syekh Amrullah, makam para ulama, dan Rumah Baca Inyiak Rasul masih jauh dari memadai,” kata Rudi.

Ia menambahkan, fasilitas dasar seperti toilet bersih, jalur disabilitas, hingga bioskop mini yang menayangkan dokumenter perjalanan hidup Buya Hamka sangat dibutuhkan.

“Potensi kawasan ini sangat besar, tapi butuh dukungan nyata dari pemerintah pusat. Kehadiran Pak Irman Gusman memberi harapan baru bagi kami,” ujarnya.

Irman pun berjanji membantu mendorong pengembangan kawasan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. “Kita berharap dari sini akan lahir banyak Hamka-Hamka baru, dan wisata sejarah ini bisa menjadi daya tarik utama Sumatera Barat di mata dunia,” tuturnya.

Warisan Intelektual yang Tak Pernah Usang

Nama Buya Hamka tak hanya dikenal di Indonesia. Ia dihormati di Malaysia, Mesir, hingga Timur Tengah, berkat kedalaman pemikiran dan keluhuran akhlaknya. Tafsir Al-Azhar yang ditulisnya di penjara menjadi bukti bahwa kebebasan berpikir tak bisa dipenjara.

“Buya Hamka bukan hanya ulama atau sastrawan. Ia adalah jiwa yang menolak tunduk pada ketidakadilan,” ujar seorang warga setempat yang menemani rombongan Irman.

Kini, di rumah kelahirannya, nilai-nilai itu masih bergetar—di antara buku tua, foto-foto, dan lantai kayu yang mengerang lembut ketika diinjak. Bagi Irman, semua itu bukan sekadar simbol masa lalu, tapi fondasi moral yang perlu dihidupkan kembali.

“Buya Hamka adalah cermin bangsa: berpikir luas, berakhlak teguh, dan berdiri di atas nilai-nilai kemanusiaan. Dari Sungai Batang ini, kita belajar bagaimana iman dan intelektual bisa berjalan seiring,” katanya pelan, menatap ke arah Danau Maninjau yang membentang biru di kejauhan. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...