BerandaUncategorizedPrabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp24,4 Triliun, Legislator Harap Daya Beli Rakyat Bangkit

Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp24,4 Triliun, Legislator Harap Daya Beli Rakyat Bangkit

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun menjelang libur sekolah pertengahan tahun 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memacu konsumsi rumah tangga dan menggerakkan roda ekonomi rakyat, khususnya sektor informal dan usaha mikro.

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah melalui keterangan tertulisnya, Rabu (4/6/2025) menyambut baik kebijakan tersebut, dan menilai langkah itu sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang daya belinya sedang tertekan.

“Paket stimulus yang dihadirkan pemerintah dapat mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan, terutama di sektor informal, pariwisata, transportasi, dan pelaku UMKM,” kata Charles.

Paket stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintahan Prabowo ini terbagi dalam lima skema utama:

1. Diskon Transportasi Publik
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp940 miliar untuk subsidi tiket transportasi, meliputi diskon 30% tiket kereta api, 50% tiket angkutan laut, dan PPN ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 6% untuk tiket pesawat.

2. Diskon Tarif Tol 20%
Dengan anggaran Rp650 miliar, pemerintah menargetkan 110 juta pengendara dapat menikmati potongan tarif tol selama periode libur sekolah.

3. Penebalan Bantuan Sosial
Tambahan bantuan berupa Rp200.000 per bulan melalui program Kartu Sembako dan 10 kg beras per bulan diberikan kepada keluarga penerima manfaat sebagai dukungan bagi kelompok miskin dan rentan.

4. Subsidi Upah untuk 17,3 Juta Pekerja
Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp300.000 per bulan diberikan kepada pekerja berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta atau di bawah UMP/UMK.

5. Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Potongan iuran sebesar 50% diberikan kepada 2,7 juta pekerja di enam subsektor industri padat karya selama enam bulan. Skema ini dibiayai dari dana non-APBN senilai Rp200 miliar.

Charles menekankan bahwa kebijakan ini harus diarahkan secara tepat agar manfaatnya tidak hanya bersifat sesaat. Ia mendorong agar pemerintah memastikan kejelasan arah dan dampak jangka panjang dari stimulus yang diberikan.

“Kalau diarahkan dengan tepat, stimulus ini bisa menjadi pemantik pergerakan ekonomi kerakyatan yang lebih luas,” ujar politisi NasDem itu. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...