Sabtu, 14 Maret 2026
More
    BerandaLegislatifMPR dan Adara Gelar Seminar Internasional: Serukan Hentikan Genosida Gaza dan Tolak...

    MPR dan Adara Gelar Seminar Internasional: Serukan Hentikan Genosida Gaza dan Tolak Nakba Baru

    -

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid tegaskan pentingnya kolaborasi global melawan penjajahan Israel dan lindungi Masjid Al Aqsha.

    Seminar Internasional di Parlemen Serukan Akhiri Genosida di Gaza

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Semangat pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina kembali digaungkan dari Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan. Pada Selasa (27/5/2025), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bersama Adara Relief International menggelar seminar bertajuk “From The Shadow Of Nakba: Breaking The Silence, End the Ongoing Genocide”. Seminar ini menjadi momen penting untuk mengedukasi publik soal tragedi kemanusiaan Nakba dan menegaskan penolakan terhadap penjajahan Israel yang masih berlangsung hingga hari ini.

    Wakil Ketua MPR  Hidayat Nur Wahid (HNW) secara tegas menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa perjuangan masyarakat Indonesia yang tetap berpegang teguh pada konstitusi dalam membela kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan patut diapresiasi.

    Nakba: Sejarah Kelam yang Terulang di Gaza

    Dalam seminar tersebut, peringatan terhadap peristiwa Nakba menjadi pokok pembahasan utama. Nakba merujuk pada pengusiran paksa dan penjajahan Israel atas tanah Palestina pada 15 Mei 1948, yang menyebabkan 750 ribu warga Palestina kehilangan tanah air mereka. Tragedi serupa kembali terjadi tahun 1967 dan kini tengah berlangsung lebih dahsyat di Gaza, dengan 2,4 juta warga menjadi korban baru Nakba.

    “Tragedi ini bukan sekadar sejarah, tapi realita pahit yang terus berulang. Gaza menjadi saksi penderitaan baru dari rencana jahat Zionis Israel yang terang-terangan disuarakan, termasuk oleh anggota parlemen Israel sendiri,” ujar Hidayat.

    Ia juga menekankan bahwa pada tahun 2022, Sidang Umum PBB telah menetapkan 15 Mei sebagai Hari Nakba Internasional, dan diperingati secara resmi untuk pertama kalinya oleh PBB pada tahun 2023. Artinya, tragedi ini telah menjadi perhatian global dan seharusnya menjadi momentum untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.

    Hidayat: Kolaborasi Global Diperlukan untuk Hentikan Genosida

    Dalam keterangannya kepada media, Hidayat menyerukan agar seminar seperti ini menjadi pengingat publik dan pemicu kolaborasi lebih luas dengan lembaga internasional seperti PBB, Liga Arab, OKI, Uni Eropa, ICC, ICJ, dan parlemen dunia lainnya. Semua lembaga tersebut, menurut Hidayat, telah sepakat untuk mengecam genosida yang dilakukan Israel terhadap Gaza dan menolak segala bentuk relokasi warga Gaza ke luar Palestina.

    “Gaza harus dibangun kembali, bukan dihancurkan. Dan Palestina harus dimerdekakan, bukan dipinggirkan,” tegas Hidayat.

    Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina terus menguat, bahkan dari negara-negara Eropa. Oleh karena itu, seminar internasional ini sangat penting untuk menjaga kesadaran global dan mendorong aksi nyata.

    Masjid Al Aqsha Terancam, Dunia Harus Bertindak

    Hidayat juga menyoroti ancaman serius terhadap eksistensi Masjid Al Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Ia membeberkan bahwa pada 17 Mei 2025, lebih dari 1.400 Zionis Israel, termasuk Menteri Pertahanan Israel, masuk ke kawasan Masjid Al Aqsha dengan pengawalan militer, melakukan peribadatan Yahudi dan mengibarkan bendera Israel di dalamnya.

    Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan berjalan di dalam terowongan bawah tanah di kawasan Masjid Al Aqsha, dengan dalih mencari reruntuhan kuil Sulaiman sebagai pengganti masjid tersebut.

    “Ini bukan sekadar provokasi, tapi bagian dari skenario jahat yang akan membawa kita pada tragedi Nakba versi baru, lebih kejam dan lebih sistematis. Ini harus ditolak keras oleh umat Islam dan komunitas internasional,” tegasnya.

    Keterlibatan Masyarakat dan Tokoh Internasional dalam Seminar

    Seminar yang berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan ini dihadiri ratusan anggota Adara, berbagai komunitas pro-Palestina, dan sejumlah tokoh penting. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Adara Relief International Maryam Rachmayani, Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota BSMI Prof. Basuki Supartono, serta dua jurnalis internasional dari Aljazeera English, Youma El Sayed dan Maher Abuquta.

    Dengan melibatkan elemen masyarakat sipil dan internasional, seminar ini diharapkan mampu membangun narasi dan solidaritas global untuk mengakhiri genosida di Gaza, menghentikan penjajahan Israel, serta menjaga situs suci umat Islam.

    Menutup keterangannya, Hidayat Nur Wahid menyatakan bahwa upaya menghentikan Nakba harus menjadi agenda bersama seluruh umat manusia.

    “Jika dunia membiarkan ini terus terjadi, maka Nakba akan berubah bentuk menjadi kehancuran situs-situs suci umat, termasuk Masjid Al Aqsha. Dunia harus sadar dan bertindak sebelum terlambat,” pungkasnya. (P-01)

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Media Sosial

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    0PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI