BerandaUncategorizedHabib Aboe ke Kapolda Kaltim: Usut Tuntas Jaringan Narkoba di Polresta Samarinda!

Habib Aboe ke Kapolda Kaltim: Usut Tuntas Jaringan Narkoba di Polresta Samarinda!

Published on

spot_img

SAMARINDA, PARL.CO.ID — Dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam sindikat narkoba mengguncang Polresta Samarinda. Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi, mendesak Polda Kalimantan Timur (Kaltim) agar mengusut tuntas jaringan yang diduga melibatkan tiga oknum polisi.

Dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI bersama Polda Kaltim, Kejaksaan Tinggi Kaltim, dan BNNP Kaltim, pria yang akrab disapa Habib Aboe itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus penyelundupan sabu oleh anggota Satuan Samapta Polresta Samarinda ke ruang tahanan. Ketiga polisi berinisial EP, FDS, dan AADS diduga menyelundupkan narkotika jenis sabu dengan modus menyisipkan paket ke dalam makanan tahanan.

“Ini bukan sekadar ulah oknum. Kalau barang terlarang bisa masuk tahanan lewat anggota kita sendiri, berarti ada jaringan yang harus dibongkar sampai ke akarnya,” tegas Aboe Bakar dalam pertemuan bersama Kapolda, Kajati, dan Kepala BNNP Kaltim, Kamis kemarin (8/5/2025).

Ia menekankan pentingnya langkah menyeluruh, bukan hanya menghukum pelaku lapangan. “Seperti kasus hakim PN Jakarta Pusat yang ditangani KPK. Prosesnya bukan cuma individu, tapi sampai pada reformasi struktural. Ini bisa jadi momentum untuk tindakan serupa di tubuh Polri,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti sisi penindakan, Habib Aboe juga mengangkat isu rehabilitasi. Ia mempertanyakan efektivitas Balai Rehabilitasi Narkoba Tanah Merah yang sempat menerima 11 pasien dari dapilnya bulan lalu karena keterbatasan fasilitas di Kalimantan Selatan.

“Kita ingin pastikan balai ini tetap berjalan. Jangan sampai kendala anggaran menghambat proses rehabilitasi,” kata Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu lagi.

Kunjungan kerja Komisi III DPR RI ke Kalimantan Timur merupakan bagian dari pengawasan nasional terhadap 10 wilayah prioritas dalam pemberantasan narkoba. Provinsi ini dinilai sebagai jalur rawan peredaran gelap narkotika di Indonesia timur. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...