BerandaLegislatifKeterwakilan Perempuan di Politik Masih Rendah, NasDem Peringkat Tertinggi

Keterwakilan Perempuan di Politik Masih Rendah, NasDem Peringkat Tertinggi

Published on

spot_img

Dari 20,5% (2019) ke 21,9% (2024), Upaya Meningkatkan Peran Perempuan di DPR RI Masih Terkendala

Perjuangan Kesetaraan Gender di Politik Belum Optimal

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua MPR  Lestari Moerdijat (Rerie) menyatakan bahwa meski aturan kuota 30% caleg perempuan sudah berlaku, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Data KPU menunjukkan peningkatan yang minim dalam keterwakilan perempuan di DPR  dari 20,5% (2019) menjadi 21,9% (2024).

“Nilai-nilai emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini masih relevan untuk terus didorong,” tegas Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/4/2025).

NasDem Pimpin Keterwakilan Perempuan di DPR RI

Berdasarkan indeks prestasi keterwakilan perempuan, Partai NasDem mencatatkan angka tertinggi dalam dua pemilu terakhir, yakni 32,20% (2019) dan 28,99% (2024). Namun, capaian ini belum cukup untuk memenuhi target kesetaraan gender di sektor politik.

Rerie menilai, hal ini mencerminkan bahwa partai politik dan masyarakat masih kurang memahami pentingnya kesetaraan gender dalam pengambilan kebijakan.

Peran Aktif Semua Pihak Diperlukan

Sebagai anggota Komisi X DPR dan Majelis Tinggi Partai NasDem, Rerie menekankan bahwa peningkatan keterwakilan perempuan di politik harus dilakukan melalui langkah nyata, termasuk edukasi tentang pentingnya kesetaraan dalam proses pengambilan keputusan.

“Dengan lebih banyak perempuan di politik, kebijakan yang dihasilkan akan lebih inklusif dan berkualitas,” ujarnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk melanjutkan perjuangan RA Kartini dalam mewujudkan emansipasi perempuan di Indonesia. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Hotman Paris Minta Maaf kepada Insan Pers, Jelaskan Kronologi Ucapan “Punya Otak Gak Sih?”

Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers, seperti...

Yahya Zaini Desak BGN Cabut Moratorium SPPG demi Selamatkan Investasi Mitra MBG

Kebijakan moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN) berdampak...

Keberadaan Koperasi Merah Putih Jangan Sampai Matikan Warung Kelontong dan UMKM Desa

Komisi VI DPR RI meminta Kementerian Koperasi (Kemenkop) segera memperjelas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah...

Sejarah Baru atau Dominasi Berlanjut? Mengulas Sengitnya Jalan Menuju Final Piala Dunia 2026 Antara Spanyol vs Argentina

Partai puncak Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina. Akankah Messi cs cetak sejarah...

More like this

Hotman Paris Minta Maaf kepada Insan Pers, Jelaskan Kronologi Ucapan “Punya Otak Gak Sih?”

Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers, seperti...

Yahya Zaini Desak BGN Cabut Moratorium SPPG demi Selamatkan Investasi Mitra MBG

Kebijakan moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN) berdampak...

Keberadaan Koperasi Merah Putih Jangan Sampai Matikan Warung Kelontong dan UMKM Desa

Komisi VI DPR RI meminta Kementerian Koperasi (Kemenkop) segera memperjelas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah...