Penyanyi Internasional Anggun C. Sasmi Tegaskan Komitmennya pada Keadilan dan Keamanan Digital setelah Difitnah di Media Sosial
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Penyanyi internasional asal Indonesia Anggun C. Sasmi, menyatakan kemarahannya setelah dituding mendukung Zionisme oleh sebuah akun di media sosial X (sebelumnya Twitter).
Tuduhan tersebut muncul setelah akun tersebut mengunggah beberapa video lama yang seolah menggiring opini bahwa Anggun berpihak pada Israel. Melalui akun Instagram pribadinya, @anggun_cipta, Anggun dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Bantahan Tegas dan Langkah Hukum
Anggun menegaskan bahwa komentar yang pernah ia sampaikan dalam sebuah ajang musik beberapa waktu lalu sama sekali tidak berkaitan dengan dukungan terhadap Israel. Merasa dirugikan atas fitnah yang beredar, Anggun memutuskan untuk mengambil langkah hukum.
Ia akan melaporkan akun tersebut dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “Saya tidak akan diam atas fitnah yang merusak nama baik saya,” ujarnya.
Profil Singkat Anggun C Sasmi
Anggun Cipta Sasmi adalah penyanyi berbakat asal Indonesia yang telah meniti karier hingga ke kancah internasional. Lahir di Jakarta pada 29 April 1974, Anggun merupakan putri dari seniman Jawa, Darto Singo, dan Dien Herdina, yang masih memiliki hubungan dengan Keraton Yogyakarta.
Sejak kecil, Anggun telah menunjukkan bakatnya di dunia musik. Ia mulai bernyanyi pada usia 12 tahun dan merilis album perdananya, Dunia Aku Punya, pada tahun 1986.
Karier Gemilang di Kancah Internasional
Anggun mulai dikenal luas setelah merilis lagu Mimpi pada tahun 1989. Keberhasilan tersebut membawanya ke puncak popularitas dengan sederet lagu hit seperti Tua-Tua Keladi, Laba-Laba, Takut, Nafas Cinta, dan Kembalilah Kasih.
Pada tahun 1994, Anggun mengambil langkah besar dengan pindah ke Prancis demi mengejar mimpi berkarier di industri musik global. Tiga tahun kemudian, ia merilis album internasional pertamanya Snow on the Sahara yang sukses besar dan dirilis di 33 negara, termasuk Amerika Serikat.
Prestasi dan Penghargaan Bergengsi
Sebagai artis internasional, Anggun telah merilis lima album dalam dua bahasa, Inggris dan Prancis, serta berkolaborasi dengan musisi dunia seperti Peter Gabriel, Pras Michel (The Fugees), Julio Iglesias, dan David Foster. Selain sebagai penyanyi, Anggun juga dikenal sebagai juri dalam berbagai ajang pencarian bakat, seperti X Factor Indonesia (2013) dan Asia’s Got Talent (2015).
Berbagai penghargaan bergengsi telah diraihnya, termasuk anugerah “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Prancis serta “World’s Best Selling Indonesian Artist” dari World Music Awards.
Kembali ke Indonesia dan Konser Tunggal
Pada pertengahan tahun 2024, Anggun sempat menggelar konser tunggal di Indonesia, memberikan kesempatan bagi para penggemarnya untuk kembali menikmati suara emasnya secara langsung. Konser tersebut menjadi bukti bahwa Anggun tetap menjadi salah satu ikon musik Indonesia yang berprestasi di dunia internasional.
Langkah Hukum untuk Menjaga Nama Baik
Dengan karier yang telah dibangun selama puluhan tahun, Anggun tetap menjadi salah satu ikon musik Indonesia yang berprestasi di dunia internasional. Tuduhan yang menyerangnya tentu menjadi pukulan tersendiri, namun dengan langkah hukum yang ditempuh, ia berharap keadilan dapat ditegakkan dan nama baiknya tetap terjaga. “Saya akan terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan,” tegas Anggun. (P-01)

