BerandaPeristiwaHabib Aboe Bilang KPK Tak Diperlukan, MAKI: Justru Harus Makin Diperkuat

Habib Aboe Bilang KPK Tak Diperlukan, MAKI: Justru Harus Makin Diperkuat

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan jika Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dibubarkan, ada risiko Kejaksaan dan Kepolisian akan kembali melemah pada kondisi seperti masa Orde Baru. Mestinya, DPR RI dan pemerintah sebagai pihak yang turut membentuk Undang-Undang (UU) KPK, perlu memperkuat pengawasan demi keberlanjutan institusi antikorupsi tersebut.

“KPK masih memiliki peran penting sebagai mekanisme pemicu atau trigger mechanism, bagi Polri dan Kejagung untuk memperbaiki tata kelola institusinya,” kata Bonyamin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/11/2024).

Bonyamin mengatakan ini, merespon pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi yang mempertanyakan keberadaan KPK di tengah prestasi pemberantasan korupsi yang dilakukan Kejagung dan Polri.

Dia menegaskan bahwa KPK masih memiliki peran penting sebagai mekanisme pemicu atau trigger mechanism bagi Polri dan Kejagung untuk memperbaiki tata kelola institusinya. Sebab, KPK tidak hanya bertugas dalam memberantas korupsi, tetapi juga mendorong pembenahan di tubuh institusi penegak hukum lainnya.

“Dengan adanya KPK, mau tidak mau Polisi dan Jaksa berbenah dan ingin berprestasi. Itu secara tidak langsung berkompetisi gitu,” kata pria yang akrab disapa Boy itu.

Hal ini, menurut Bonyamin, juga menghindarkan citra buruk seperti di masa lalu, ketika KPK muncul karena kelemahan di tubuh Polri dan Kejagung. Meski demikian, ia menyebut bahwa tantangan internal lembaga antirasuah itu sendiri belum sepenuhnya selesai.

Semisal, kasus yang menjerat bekas Ketua KPK Firli Bahuri, dengan dugaan pemerasan, serta permasalahan lainnya seperti dugaan pelanggaran etik, ini menunjukkan bahwa KPK juga perlu pengawasan dan dukungan untuk kembali menguatkan fungsinya.

“Meskipun sekarang KPK juga tidak lebih baik gitu. Karena apa ya, kasus Firli yang diduga memeras gitu kan, kasusnya Bu Lili yang minta tiket, mau nonton MotoGP, terus Nurul Gufron yang ngurusin mutasi PNS gitu kan. Itu ya memang KPK sedang tidak baik-baik saja gitu,” tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi menyebut kinerja Kejaksaan dan Kepolisian sudah bagus dalam penegakan hukum, termasuk terhadap tindak pidana korupsi. Untuk itu, keberadaan KPK, sudah tidak diperlukan lagi.

“Saya lihat kalau Polri sudah berkelas, Jaksa sudah berkelas, udah lah cukup, KPK kenapa ada lagi sih?” kata pria yang akrab disapa Habib Aboe itu, dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin serta jajarannya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024) kemarin. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

DPR Dorong Kampus Jadi Mitra Diplomasi Indonesia, dari Etika AI hingga OECD

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam...

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold 5 Persen, Kompromi Politik demi Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menantang partai-partai besar yang...

Soliditas KWP Jadi Pesan Utama Ariawan untuk Kepengurusan 2026-2028

Menjaga soliditas internal dan memperkuat hubungan profesional dengan lembaga MPR, DPR dan DPD RI,...

Habib Aboe Minta Kapolri Suyudi Perkuat Polri Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

Penguatan pendekatan humanis dan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, menjadi salah satu harapan...

More like this

DPR Dorong Kampus Jadi Mitra Diplomasi Indonesia, dari Etika AI hingga OECD

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam...

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold 5 Persen, Kompromi Politik demi Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menantang partai-partai besar yang...

Soliditas KWP Jadi Pesan Utama Ariawan untuk Kepengurusan 2026-2028

Menjaga soliditas internal dan memperkuat hubungan profesional dengan lembaga MPR, DPR dan DPD RI,...