BerandaUncategorizedHadapi Kebijakan Tarif Trump, PDIP Desak Pemerintah Bentuk Tim Negosiator Andal dan...

Hadapi Kebijakan Tarif Trump, PDIP Desak Pemerintah Bentuk Tim Negosiator Andal dan Diversifikasi Pasar Ekspor

Published on

spot_img

Harris Turino: Tarif Resiprokal AS Bersifat Sementara, Perlindungan Fiskal Dibutuhkan untuk Industri Terdampak

Kebijakan Tarif Trump Dinilai Sebagai Alat Negosiasi, Bukan Langkah Permanen

JAKARTA, PARLE.CO.ID– Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDIP Komisi XI DPR  Harris Turino, menyatakan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump lebih bersifat sebagai alat negosiasi untuk menyeimbangkan neraca perdagangan AS yang defisit.

“Kebijakan ini bersifat temporer dan digunakan untuk menegosiasikan tarif yang lebih berimbang, bukan keputusan permanen yang akan merugikan rakyat AS sendiri,” ujar Harris dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/4/2025).

Pemerintah Diminta Transparan dan Siapkan Perlindungan Fiskal

Harris meminta pemerintah untuk bersikap transparan dalam menjelaskan dampak kebijakan ini kepada publik guna mencegah kepanikan di pasar uang dan pasar modal. Selain itu, ia mendorong penggunaan instrumen fiskal untuk melindungi perusahaan terdampak.

“Jangan sampai perusahaan berjuang sendirian hingga berujung kebangkrutan dan PHK massal. Pemerintah harus memainkan instrumen fiskal untuk mencegah dampak berkepanjangan,” tegasnya.

Langkah Strategis: Pemetaan Data Akurat dan Diversifikasi Pasar

Harris menekankan pentingnya pemetaan data yang akurat sebagai dasar negosiasi bilateral dengan AS. “Negosiasi harus berbasis data, bukan asumsi,” katanya.

Untuk jangka menengah dan panjang, ia mendorong diversifikasi pasar ekspor ke wilayah non-tradisional seperti Amerika Selatan, Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. “Ketergantungan pada pasar AS (10%) harus dikurangi agar ekspor Indonesia lebih stabil,” ujarnya.

Surplus Perdagangan Terancam, Tapi Jangan Overreaksi

Meski kebijakan Trump berpotensi memengaruhi surplus neraca perdagangan Indonesia (USD 18 miliar/tahun), Harris mengingatkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Kita perlu lihat detail tarif per komoditas. Yang penting, manfaatkan peluang dengan kebijakan tepat, bukan pernyataan kontraproduktif,” tandasnya.

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur BI, Akhiri Kepemimpinan yang Harusnya Berlangsung hingga 2028

Di saat perhatian publik masih tertuju pada arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional,...

Sari Yulianti: Usut Tuntas Kasus Pria Tewas Diduga Curi Ayam di Bali

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban amuk massa di...

Wakapolri Dedi Prasetyo Berulang Tahun, Habib Aboe Sampaikan Pantun, Doa, dan Harapannya

Momentum ulang tahun menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para pejabat negara yang mengemban...

DPR Soroti 307 Kasus Kejahatan di Papua Tengah, Minta Polda Tingkatkan Patroli

Penguatan keamanan dan penegakan hukum menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI...

More like this

Perry Warjiyo Mundur sebagai Gubernur BI, Akhiri Kepemimpinan yang Harusnya Berlangsung hingga 2028

Di saat perhatian publik masih tertuju pada arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional,...

Sari Yulianti: Usut Tuntas Kasus Pria Tewas Diduga Curi Ayam di Bali

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban amuk massa di...

Wakapolri Dedi Prasetyo Berulang Tahun, Habib Aboe Sampaikan Pantun, Doa, dan Harapannya

Momentum ulang tahun menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para pejabat negara yang mengemban...