Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra Dorong Pengembangan Sekolah Widyālaya Berbasis Hindu

Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra Dorong Pengembangan Sekolah Widyālaya Berbasis Hindu

Anggota DPD Usulkan Sosialisasi dan Perluasan Sekolah Widyālaya untuk Tingkatkan SDM Berkarakter

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota DPD  Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mendorong pengembangan lebih banyak sekolah berbasis Hindu atau Widyālaya di Indonesia. Menurutnya, sekolah Widyālaya memiliki empat tujuan utama, yaitu Sidhi (kecerdasan), Sidha (keterampilan), Sudha (kejujuran), dan Sadhu (kebijaksanaan), yang sangat dibutuhkan untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Hal ini disampaikan Rai Mantra di Denpasar, Bali, pada Sabtu (8/3/2025).

Sekolah Widyālaya: Solusi untuk SDM Berkualitas

Rai Mantra menekankan pentingnya peran sekolah Widyālaya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak dan kebijaksanaan. “Saya mengadvokasi antara Bimas Hindu Kementerian Agama dan pemerintah daerah agar sekolah Widyālaya yang berbasis agama dan budaya ini disosialisasikan dan terwujud, karena pengeksekusi daerah dan yang punya kewenangan adalah kementerian,” ujarnya.

Saat ini, sekolah Widyālaya di Indonesia telah menampung 3.698 siswa aktif di 120 satuan pendidikan, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK. Rai Mantra mengajak sekolah-sekolah swasta untuk mendaftar menjadi sekolah Widyālaya, mengingat tidak ada perbedaan kurikulum antara sekolah berbasis agama dengan pendidikan formal lainnya. “Justru nilai tambah didapat mengingat sekolah berbasis agama umumnya mendapat materi pembelajaran keterampilan lebih, disertai ilmu nilai-nilai agama yang baik di era modern saat ini,” jelasnya.

Potensi Besar di Bali

Rai Mantra melihat potensi besar untuk pengembangan sekolah Widyālaya di Bali, terutama di tingkat taman kanak-kanak (TK) atau Pratama Widyālaya. Sebagian besar TK di Bali berlokasi di banjar-banjar (desa adat), sehingga perubahan status menjadi Widyālaya dinilai tidak sulit. “Ini strategis untuk sekolah-sekolah yang bisa berbasis Hindu digalakkan, dan sudah ditekankan Bali sebagai barometer. Kalau berminat, TK di banjar-banjar sangat memungkinkan, dan sudah ditawarkan juga kepada swasta,” ujarnya.

Selain itu, Rai Mantra menambahkan bahwa guru-guru di sekolah swasta yang beralih status menjadi Widyālaya dapat mengikuti program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

Menjawab Tantangan Kebutuhan SDM

Rai Mantra menegaskan bahwa sekolah berbasis agama dan budaya seperti Widyālaya sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan kebutuhan SDM di masa depan. “Semua berorientasi pada sumber daya manusia yang baik, SDM yang memiliki keterampilan dan perilaku atau akhlak yang baik,” ujarnya.

Ia berharap, dengan pengembangan sekolah Widyālaya yang lebih merata, terutama di Bali, dapat tercipta generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berbudi pekerti luhur. (P-01)

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *