Produsen mobil listrik Lucid menerbitkan recall untuk 27.185 unit sedan Lucid Air keluaran 2022-2026 akibat gangguan komponen lampu yang berisiko kebakaran.
Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Lucid, resmi menerbitkan penarikan kembali (recall) untuk puluhan ribu unit sedan Lucid Air. Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA), penarikan ini disebabkan oleh masalah kelebihan panas (overheating) pada sirkuit lampu eksterior yang berpotensi memicu risiko kebakaran.
Kebijakan recall ini mencakup sebanyak 27.185 unit kendaraan untuk model tahun 2022 hingga 2026. Berdasarkan laporan teknis, perangkat lunak pada sirkuit pencahayaan eksterior bertegangan rendah yang ditenagai oleh eFuse tidak memberikan perlindungan arus berlebih yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan sirkuit bekerja pada tingkat amperase berlebih yang memicu kepulan asap, risiko kebakaran, hingga matinya fungsi lampu utama (headlights) maupun lampu belakang (taillights).
Hingga laporan diterbitkan, pihak Lucid mencatat ada tiga kasus kebakaran, empat laporan kepulan asap, serta 33 laporan garansi terkait kerusakan kabel yang diduga kuat berhubungan dengan masalah tersebut.
Guna mengatasi kendala ini, Lucid menghadirkan pembaruan perangkat lunak Over-The-Air (OTA) versi 2.10.0 atau yang terbaru untuk menurunkan amperase eFuse. Pihak produsen secara resmi mengimbau para pemilik kendaraan yang belum melakukan pembaruan agar memarkirkan mobil mereka di luar ruangan serta jauh dari bangunan dan kendaraan lain hingga pembaruan perangkat lunak berhasil terpasang.
Tajuk Analisis: Standar Keamanan Kendaraan Listrik, Efisiensi Pembaruan OTA, dan Kepercayaan Konsumen Otomotif
Penarikan kembali armada sedan listrik Lucid Air menyoroti kompleksitas sistem elektronik pada kendaraan modern serta pentingnya transparansi produsen terhadap keselamatan konsumen.
Berikut tiga poin analisis utama:
1. Kompleksitas Sistem Elektronik dan Prioritas Keselamatan EV
Transisi menuju kendaraan berbasis listrik (electric vehicle) membawa tantangan baru pada arsitektur perangkat keras dan lunak. Kasus ini menegaskan bahwa setiap komponen elektronik—sekecil sirkuit pencahayaan—harus melalui pengujian batas ambang daya secara ketat guna mencegah potensi kegagalan fatal yang mengancam keselamatan pengguna.
2. Efisiensi Teknologi Over-The-Air (OTA) dalam Penanganan Penarikan
Penggunaan pembaruan perangkat lunak jarak jauh (Over-The-Air) terbukti menjadi solusi mitigasi yang efektif dan efisien bagi industri otomotif modern. Kemampuan memperbarui sistem tanpa memerlukan kunjungan fisik ke bengkel resmi memungkinkan penanganan isu keselamatan dapat diselesaikan secara masif dan relatif cepat.
3. Menjaga Kepercayaan Pasar di Tengah Persaingan Ketat
Sikap responsif Lucid dalam melaporkan potensi bahaya dan menyediakan panduan pencegahan sementara merupakan langkah krusial untuk menjaga reputasi merek. Di tengah persaingan ketat pasar kendaraan listrik global, transparansi dalam menangani cacat produksi menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan serta loyalitas konsumen. Sumber


