Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. Intip profil, rekam jejak, dan visi ekonominya.
Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 secara musyawarah mufakat pada Kamis (27/8/2026). Penetapan ini mencatatkan sejarah baru, di mana Destry menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tertinggi di bank sentral Indonesia.
Sebelum ditetapkan sebagai calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto, sosok kelahiran Jakarta tahun 1963 ini telah memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan komprehensif di industri keuangan nasional. Destry menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) sebelum meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Karier akademis dan profesionalnya dimulai sebagai peneliti dan pengajar di FE UI (1987-1990), diikuti pengabdian di Kementerian Keuangan (1992-1997). Destry kemudian melanglang buana di sektor keuangan swasta sebagai ekonom Citibank (1997-2000), Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia (2000-2003), Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005-2011), hingga Kepala Ekonom Bank Mandiri dan Direktur Eksekutif Mandiri Institute (2011-2015). Di samping itu, ia sempat dipercaya menjabat Ketua Satuan Tugas Ketahanan Ekonomi di Kementerian BUMN (2014-2015).
Pengalaman Destry kian matang saat menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019. Perjalanan kariernya di Bank Indonesia dimulai saat diangkat menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 dan kembali terpilih untuk periode kedua pada 2024. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli 2026, Destry dipercaya menjalankan amanah sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI sebelum akhirnya ditetapkan secara definitif oleh DPR RI.
Dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi XI, Destry mengusung visi untuk menjadikan BI lembaga yang relevan, kredibel, serta mampu menjaga kestabilan moneter seraya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
Tajuk Analisis: Pemberdayaan Gender, Kepemimpinan Berbasis Kapabilitas, dan Sinergi Stabilitas Moneter Nasional
Penetapan Destry Damayanti sebagai pimpinan tertinggi Bank Indonesia membawa pesan kuat mengenai kematangan tata kelola keuangan dan kepemimpinan nasional.
Berikut tiga poin analisis utama:
1. Kepemimpinan Berbasis Kapabilitas Lintas Sektor (Paket Lengkap)
Penetapan Destry Damayanti bukan sekadar pencapaian kesetaraan gender, melainkan pembuktian kepemimpinan berbasis rekam jejak (meritocracy). Pengalamannya yang mencakup ranah akademis, kementerian teknis, industri perbankan swasta, lembaga penjamin simpanan, hingga otoritas moneter menjadikan dirinya figur ideal yang paham akan dinamika pasar sekaligus kebutuhan regulasi makroekonomi.
2. Keseimbangan Antara Independensi Bank Sentral dan Sinergi Kebijakan
Komitmen Destry untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah tanpa mengorbankan independensi BI merupakan langkah krusial. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, harmonisasi antara kebijakan moneter bank sentral dan kebijakan fiskal pemerintah amat dibutuhkan untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor riil.
3. Kepercayaan Pasar dan Kepastian Transisi Kepemimpinan Moneter
Proses pemilihan yang berjalan kondusif melalui musyawarah mufakat di DPR RI memberikan sinyal positif yang sangat kuat bagi para pelaku pasar dan investor. Kepastian kepemimpinan di Bank Indonesia memastikan keberlanjutan stabilitas nilai tukar Rupiah serta stabilitas sistem keuangan nasional dalam jangka panjang. Sumber


