Kebakaran melanda beberapa kota di pusat Israel akibat jatuhnya serpihan rudal Iran pada Minggu (15/3/2026). Simak situasi terkini di Holon dan Bnei Brak.
TEL AVIV, PARLE.CO.ID – Eskalasi di Timur Tengah semakin memanas setelah serangkaian ledakan dan kebakaran melanda beberapa kota di pusat Israel pada Minggu (15/3/2026). Insiden ini dipicu oleh jatuhnya serpihan rudal akibat serangan balasan yang diluncurkan oleh Iran.
Berdasarkan laporan Channel 12 Israel, tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi terdampak di kota Holon, Rishon Lezion, dan Bnei Brak guna memadamkan api yang berkobar di beberapa titik pemukiman.
Meskipun sistem pertahanan udara Israel dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar proyektil, fragmen atau puing-puing rudal yang jatuh menyebabkan kerusakan fisik di wilayah padat penduduk.
Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan melalui platform media sosial X bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa akibat jatuhnya serpihan rudal tersebut.
“Laporan awal menunjukkan tidak ada cedera akibat serangan rudal kali ini,” tulis pernyataan resmi tersebut pada Minggu malam.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal baru dari wilayah Iran sepanjang hari ini. Sistem pertahanan nasional terus bekerja ekstra keras untuk mencegat proyektil yang masuk ke wilayah udara mereka.
Ketegangan regional ini meningkat drastis sejak serangan gabungan yang diluncurkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut, menurut otoritas Iran, telah menelan korban jiwa sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Sebagai bentuk aksi balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta beberapa negara tetangga seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Situasi di kawasan saat ini masih sangat fluktuatif, dengan potensi serangan susulan yang dapat terjadi kapan saja.
Eskalasi Timur Tengah: Rudal Iran Picu Kebakaran di Israel, WNI Diimbau Segera Hubungi Hotline KBRI
Situasi di Timur Tengah semakin mencekam setelah serpihan rudal dari serangan Iran dilaporkan jatuh di pusat Israel, Minggu (15/3/2026). Kebakaran hebat melanda sejumlah wilayah padat penduduk seperti Holon, Rishon Lezion, dan Bnei Brak.
Menanggapi situasi yang terus memburuk, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menginstruksikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan konflik untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjalin komunikasi dengan perwakilan RI.
Bagi WNI yang berada di wilayah terdampak atau pihak keluarga di Indonesia yang ingin mencari informasi mengenai kerabatnya, berikut adalah nomor darurat yang dapat dihubungi segera:
-
KBRI Amman (Membidangi Wilayah Palestina/Israel): * 📞 Hotline: +962 779493330
-
KBRI Tehran (Iran): * 📞 Hotline: +98 9120542162
-
KBRI Beirut (Lebanon): * 📞 Hotline: +961 70817243
Imbauan Keselamatan untuk WNI di Kawasan Konflik:
-
Cari Perlindungan Segera: Manfaatkan bunker atau ruang aman (safe room) jika sirine serangan udara terdengar.
-
Lapor Diri: Bagi yang belum melapor, segera daftarkan keberadaan Anda melalui portal Peduli WNI secara online.
-
Hindari Area Militer: Jauhi objek-objek vital dan pangkalan militer yang berpotensi menjadi target serangan balasan.
-
Siapkan Tas Darurat: Pastikan paspor, dokumen penting, dan obat-obatan tersimpan dalam tas yang mudah dibawa jika instruksi evakuasi dikeluarkan.
Hingga saat ini, pemerintah terus memantau keselamatan 22 WNI yang baru saja dipulangkan pada gelombang pertama dan menyiapkan skenario evakuasi lanjutan jika eskalasi terus meningkat.
Sumber: Anadolu Agency

