BerandaEksekutifTingkatkan Layanan Umrah, Menko Yusril Buka Peluang Pembebasan Visa RI-UEA

Tingkatkan Layanan Umrah, Menko Yusril Buka Peluang Pembebasan Visa RI-UEA

Published on

spot_img

Menko Yusril Ihza Mahendra kaji pembebasan visa timbal balik dengan UEA untuk permudah jemaah umrah. Simak poin kerja sama strategis Indonesia-UEA di sini.

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, membuka peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung peningkatan layanan bagi jamaah umrah serta mempererat mobilitas warga kedua negara.

Rencana tersebut mencuat dalam pertemuan bilateral antara Menko Yusril dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhahheri, di Jakarta, Selasa (10/2).

“Khususnya untuk mendukung peningkatan layanan jamaah umrah,” ujar Yusril dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/2).

Sinergi Investasi dan Konektivitas Udara

Yusril menyampaikan bahwa penguatan kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain sektor imigrasi, pemerintah juga mendorong sinergi investasi melalui pembentukan Danantara yang diharapkan dapat berkolaborasi dengan Dubai Fund.

“Pembentukan Danantara serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Dubes UEA Abdulla Salem Aldhahheri mengungkapkan bahwa maskapai asal UEA, Etihad Airways, tengah merencanakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Abu Dhabi menuju Medan dan Surabaya. Sementara itu, Emirates Airlines juga sedang memproses perizinan penggunaan pesawat berbadan lebar untuk meningkatkan konektivitas Indonesia-UEA.

Ekspansi Kerja Sama ke Sektor Strategis

Hubungan bilateral kedua negara yang telah memasuki usia 50 tahun kini merambah ke sektor-sektor strategis di luar minyak dan gas. Beberapa poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Kesehatan: Pengembangan rumah sakit jantung di Solo dan peningkatan kerja sama tenaga medis.

  • Pendidikan: Kerja sama antara Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta dengan Universitas Zayed di bidang humaniora.

  • Lingkungan & Energi: Pengembangan pusat studi bakau di Bali serta potensi kerja sama sektor panas bumi bersama PT Pertamina (Persero) Tbk.

Dubes Abdulla turut mengapresiasi kemudahan layanan keimigrasian di Indonesia bagi warga negara UEA. Ia pun mengonfirmasi rencana kunjungan Presiden UEA ke Indonesia dalam waktu mendatang sebagai balasan atas kunjungan Presiden RI ke UEA yang telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Dengan penguatan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong alih pengetahuan sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

More like this

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...