JAKARTA, PARLE.CO.ID – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menegaskan bahwa program pembangunan tiga juta rumah merupakan langkah konkret pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki kondisi perumahan rakyat.
Hal itu disampaikan Fahri dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta yang digelar di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
“Program ini sejalan dengan pemikiran dasar Presiden Prabowo Subianto, yakni menutup kebocoran dan mengatasi penyimpangan. Untuk itu, pembangunan tiga juta rumah menjadi prioritas nasional,” ujar Fahri.
Ia menyebut sektor perumahan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Dari tiga program utama yang dijalankan pemerintah di sektor perumahan, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp310 triliun per tahun.
“Kontribusi sektor ini diprediksi menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 1 hingga 1,3 persen dari target pertumbuhan nasional sebesar 8 persen yang dijanjikan Presiden Prabowo,” katanya.
Lebih lanjut, Fahri menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan tiga prioritas dalam kebijakan perumahan nasional. Salah satunya adalah program renovasi dua juta rumah yang akan dimulai pada tahun anggaran mendatang. Program ini difokuskan pada rumah-rumah tidak layak huni milik warga desa yang sudah memiliki lahan.
“Anggaran sekitar Rp43 triliun akan dialokasikan untuk mendukung program renovasi ini, agar masyarakat bisa menikmati hunian yang layak dan sehat,” tuturnya. ***

