BerandaMobilitasBamsoet Ajak Jadikan Film sebagai Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional

Bamsoet Ajak Jadikan Film sebagai Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional

Published on

spot_img

Kembali Main Film, Bamsoet Dorong Sinema Indonesia Berdaya Saing Global dan Berperan Strategis dalam Perekonomian

Bamsoet Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Perfilman

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Anggota DPR  Bambang Soesatyo kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan industri kreatif nasional dengan turut bermain dalam sebuah film layar lebar terbaru. Dalam film garapan Bravo Romeo Production, Bamsoet berperan sebagai seorang dokter, beradu akting dengan sejumlah aktor ternama seperti Anna Jobling dari Malaysia, Naomi Zaskia, dan Samuel Rizal.

Momen syukuran film yang digelar di Parle Senayan, Minggu (6/7/2025), menjadi panggung pernyataan penting dari Bamsoet tentang posisi strategis perfilman dalam pembangunan nasional.

Film Sebagai Instrumen Perekonomian dan Pemberdayaan Daerah

Dalam sambutannya, Ketua MPR ke-15 itu menegaskan bahwa film bukan sekadar produk seni atau hiburan, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang nyata. Menurut Bamsoet, produksi film mampu menciptakan efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja, penghidupan UMKM lokal, hingga promosi potensi wisata daerah melalui lokasi syuting.

“Produksi satu film dapat menyerap ratusan tenaga kerja. Kita perlu melihat film sebagai instrumen ekonomi dan pemberdayaan,” ujar Bamsoet di hadapan kru film, termasuk produser Boy Rano dan eksekutif produser Jeane Sompie.

Kontribusi Nyata terhadap PDB Ekonomi Kreatif

Tak hanya menyoroti sisi budaya dan sosial, Bamsoet juga membawa data konkret. Pada tahun 2024, sektor perfilman menyumbang lebih dari Rp 3,4 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, tren ini akan terus naik seiring meningkatnya konsumsi konten lokal, khususnya melalui platform digital.

Di tengah arus digitalisasi, lanjutnya, sinema nasional menghadapi peluang besar. Dengan hadirnya platform Over The Top (OTT) seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Vidio, dan Amazon Prime Video, distribusi film menjadi lebih luas dan fleksibel, membuka jalan bagi film Indonesia untuk tampil di panggung dunia.

Ekosistem Film Harus Inklusif dan Kompetitif

Namun, Bamsoet menggarisbawahi bahwa kemajuan industri perfilman harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem yang kuat dan inklusif. Ia mendorong penguatan akses pendanaan, pendidikan SDM perfilman, dan distribusi film yang merata ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya luar Jawa yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Distribusi film kita masih timpang. Ini harus diperbaiki jika kita ingin membangun industri yang sehat dan berkeadilan,” tegas Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia.

Keterlibatan Multisektor untuk Masa Depan Perfilman

Dalam pandangan Ketua DPR  ke-20 tersebut, kemajuan perfilman tidak bisa dibebankan hanya kepada pelaku industri. Perlu keterlibatan aktif dari pemerintah, investor swasta, komunitas kreatif, dan lembaga pendidikan agar perfilman benar-benar menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.

“Film harus ditempatkan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional berbasis ekonomi kreatif. Ini soal masa depan peradaban bangsa,” pungkas Bamsoet. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

More like this

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...