Eddy Soeparno: “Butuh Kenaikan APBD Hingga 5% dan Inovasi Kampus untuk Atasi Krisis Sampah”
MPR Goes to Campus Bahas Darurat Sampah di Jawa Barat
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pimpinan MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno, menggelar serangkaian dialog dengan civitas akademika di ITB, Unpad, dan Unjani dalam program MPR Goes to Campus. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah penanganan sampah, yang dinilai sudah mencapai tahap krisis nasional.
“Dari 56 juta ton sampah per tahun, hanya 40% yang terkelola. Ini bukan sekadar masalah lingkungan, tapi juga kesehatan dan sosial,” tegas Eddy di hadapan mahasiswa dan dosen, sebagaimana yang dikutip Jumat (25/4/2025).
Kota Bandung Krisis Kapasitas TPA
Eddy memaparkan data memprihatinkan tentang Kota Bandung, yang hanya mampu menampung 868 ton sampah per hari di TPA Sarimukti, padahal produksinya mencapai 1.594 ton.
“Sisanya 726 ton harus diolah mandiri oleh kota. Ini menunjukkan urgensi pengelolaan sampah berbasis inovasi,” ujar doktor Ilmu Politik UI tersebut.
APBD untuk Sampah Masih Jauh dari Ideal
Solusi utama yang diajukan Eddy adalah peningkatan alokasi APBD. Menurutnya, idealnya penanganan sampah butuh 3-5% APBD, namun realisasi saat ini hanya 0,5-0,7%.
“Contohnya, Bandung pada 2023 hanya alokasikan 1,2%. Yogyakarta pun hanya 30-40% dari anggaran Dinas Lingkungan Hidup,” jelas politisi dapil Jabar III ini.
Peran Kampus dalam Inovasi Waste to Energy
Selain anggaran, Eddy mendorong kolaborasi dengan kampus untuk riset teknologi waste to energy sebagai energi terbarukan.
“Saya percaya kampus bisa menghasilkan solusi berbasis riset mendalam. Rekomendasi mereka akan jadi landasan kebijakan terbaik,” tutup Waketum PAN tersebut. (P-01)

