BerandaYudikatifKejagung Periksa 19 Saksi Terkait Kasus Korupsi Pertamina, Impor Gula, dan Suap...

Kejagung Periksa 19 Saksi Terkait Kasus Korupsi Pertamina, Impor Gula, dan Suap Pengadilan

Published on

spot_img

Penyidikan Dilakukan untuk Perkuat Bukti dan Lengkapi Berkas Perkara

Kejaksaan Agung Periksa 11 Saksi Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) memeriksa 11 orang saksi terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.

Para saksi yang diperiksa meliputi pejabat tinggi Pertamina, termasuk:

  • TA (Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional)

  • DS (Departemen Logistik PT Orbit Terminal Merak)

  • YM (Division Head Product Strategic Account PT PPN)

  • WJY (VP Industrial & Marine of Business PT PPN)

  • HR (Sr. Account Manager PT Pertamina Patra Niaga)

Pemeriksaan ini terkait tersangka YF dkk. untuk memperkuat bukti dan melengkapi berkas perkara.

Kasus Impor Gula Kementerian Perdagangan: Dirjen Dagri Diperiksa

Dalam kasus terpisah, Kejaksaan Agung juga memeriksa MTW, mantan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (2017), terkait dugaan korupsi impor gula tahun 2015–2016.

Penyidikan ini menyasar tersangka TWN dkk. guna menguatkan alat bukti dan kelengkapan berkas.

7 Saksi Diperiksa dalam Kasus Suap dan Gratifikasi di Pengadilan Jakarta Pusat

Tim JAM-Pidsus juga memeriksa tujuh orang terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saksi-saksi tersebut meliputi:

  • FKK, RZK, SRW, TIL (Anggota AALF)

  • AFDSB (PH Kantor AALF)

  • KM (Anggota AALF)

  • IK (Staf Keuangan AALF)

“Pemeriksaan dilakukan terkait tersangka WG dkk. untuk memperjelas alur suap dan gratifikasi dalam proses peradilan,” tandas JAM-Pidsus Febrie Adriansyah melalui pernyataan tertulis Puspenkum Kejagung yang diterima di Jakarta,  Kamis (24/4/2025). (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

DPR Dorong Kampus Jadi Mitra Diplomasi Indonesia, dari Etika AI hingga OECD

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam...

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold 5 Persen, Kompromi Politik demi Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menantang partai-partai besar yang...

Soliditas KWP Jadi Pesan Utama Ariawan untuk Kepengurusan 2026-2028

Menjaga soliditas internal dan memperkuat hubungan profesional dengan lembaga MPR, DPR dan DPD RI,...

Habib Aboe Minta Kapolri Suyudi Perkuat Polri Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

Penguatan pendekatan humanis dan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, menjadi salah satu harapan...

More like this

DPR Dorong Kampus Jadi Mitra Diplomasi Indonesia, dari Etika AI hingga OECD

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam...

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold 5 Persen, Kompromi Politik demi Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menantang partai-partai besar yang...

Soliditas KWP Jadi Pesan Utama Ariawan untuk Kepengurusan 2026-2028

Menjaga soliditas internal dan memperkuat hubungan profesional dengan lembaga MPR, DPR dan DPD RI,...