BerandaPeristiwaIsrael Mobilisasi Militer, Bersiap Lanjutkan Serangan ke Gaza Jika Hamas Tak Bebaskan...

Israel Mobilisasi Militer, Bersiap Lanjutkan Serangan ke Gaza Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera

Published on

spot_img

YERUSALEM, PARLE.CO.ID – Zeonis Israel mengerahkan pasukan cadangan militer sebagai persiapan untuk kemungkinan melanjutkan serangan ke Gaza, jika Hamas gagal membebaskan lebih banyak sandera sebelum tenggat waktu hari Sabtu (15/2/2025) waktu setempat.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, dikutip Parle.co.id, Kamis (14/2/2025) mengatakan bahwa negaranya akan kembali melancarkan ‘pertempuran intens’, jika Hamas tidak memenuhi tenggat waktu tersebut, meskipun ia tidak menyebutkan jumlah sandera yang harus dibebaskan.

Militer Israel juga mengonfirmasi bahwa mereka mengerahkan tambahan pasukan ke wilayah selatan dekat Gaza, termasuk memobilisasi pasukan cadangan.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas yang mulai berlaku pada 19 Januari, Hamas dijadwalkan membebaskan tiga sandera lagi pada hari Sabtu. Namun, awal pekan ini, kelompok tersebut mengumumkan bahwa mereka menangguhkan proses pembebasan, dengan alasan adanya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Keputusan Hamas tersebut mendorong Presiden AS, Donald Trump untuk menyarankan agar Israel membatalkan perjanjian itu sepenuhnya. Trump menegaskan bahwa semua sandera harus dibebaskan sebelum tengah hari pada hari Sabtu, atau ia akan melepaskan neraka.

Kekhawatiran terhadap runtuhnya gencatan senjata semakin meningkat, terutama di tengah kemarahan dunia Arab atas usulan Trump agar Amerika Serikat mengambil alih kendali atas Jalur Gaza.

Tolak Usulan Trump

Kemarin, Raja Yordania Abdullah II membahas perkembangan berbahaya di Gaza dan Tepi Barat, dalam panggilan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Panggilan tersebut dilakukan sehari setelah Raja Yordania bertemu Trump di Washington, di mana ia menegaskan kembali sikap teguh negaranya menolak usulan Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Hadapi Perubahan Tata Dunia, BKSAP DPR Minta UI Perkuat Riset untuk Diplomasi Indonesia

Perubahan tata dunia dan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas...

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

More like this

Hadapi Perubahan Tata Dunia, BKSAP DPR Minta UI Perkuat Riset untuk Diplomasi Indonesia

Perubahan tata dunia dan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas...

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...