JAKARTA, PARLE.CO.ID — Kisruh kelangkaan LPG 3kg akhirnya teratasi setelah Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian ESDM untuk membuka kembali penjualan LPG 3kg oleh pengecer. Langkah tegas dan cepat ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno.
Eddy Soeparno menilai bahwa masalah kelangkaan LPG 3kg seharusnya menjadi momentum untuk membenahi sistem energi bersubsidi yang selama ini membebani APBN.
Salah satu solusi yang diajukan adalah mencari substitusi untuk LPG 3kg, seperti elektrifikasi alat masak.
Kompor Induksi sebagai Alternatif Ramah Lingkungan
Menurut Eddy, penggunaan kompor induksi dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan pada LPG 3kg. Data menunjukkan bahwa mayoritas pengguna LPG 3kg adalah masyarakat mampu, sementara Indonesia memiliki surplus listrik hampir 5 gigawatt. Dengan beralih ke kompor induksi, konsumsi LPG 3kg dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus memanfaatkan kelebihan kapasitas listrik yang selama ini membebani negara.
Eddy menjelaskan bahwa studi kelayakan tentang penggunaan kompor induksi telah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan potensi positif dalam mengurangi beban APBN. Selain itu, kompor induksi juga lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan upaya transisi energi.
Perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga
Selain kompor induksi, Eddy juga mengusulkan peningkatan pemanfaatan gas bumi melalui perluasan Jaringan Gas (Jargas) ke rumah-rumah tangga. Saat ini, sebagian masyarakat sudah mengakses gas melalui Jargas, dan perluasan akses ini dapat menjadi alternatif pengganti LPG 3kg yang lebih efisien.
Eddy meyakini bahwa kombinasi penggunaan kompor induksi dan perluasan Jargas akan mengurangi beban devisa dan subsidi energi secara signifikan. Kebijakan ini juga mendukung target pemerintah dalam transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan.
Langkah Konsisten untuk Masa Depan Energi Nasional
Eddy menegaskan bahwa upaya ini perlu dilakukan secara konsisten dan bertahap. Dengan demikian, Indonesia dapat memetik manfaat positif, termasuk peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan secara nasional dan pengurangan ketergantungan pada impor LPG.

