BerandaUncategorizedPenrad Siagian dan Wakapolda Sumut Bahas Konflik Agraria, Narkotika, dan Keamanan Mudik...

Penrad Siagian dan Wakapolda Sumut Bahas Konflik Agraria, Narkotika, dan Keamanan Mudik di Operasi Ketupat Toba 2025

Published on

spot_img

Audensi Komite I DPD dengan Polda Sumut Soroti Penanganan Humanis dan Penegakan Hukum

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota Komite I DPD Penrad Siagian, melakukan audiensi dengan Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana, pada Selasa (18/3/2025). Pertemuan ini membahas berbagai isu penting, termasuk konflik agraria yang masih marak di Sumatra Utara. Penrad menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani konflik agraria, terutama di lapangan.

Ia mencontohkan kasus di Kampung Gorilla, Pematangsiantar, di mana terjadi mobilisasi preman akibat sengketa lahan dengan perusahaan. “Proses dialog harus dilakukan secara humanis untuk menjaga keamanan masyarakat,” tegas Penrad.

Kasus Begal dan Narkotika: Dua Sisi Mata Uang

Selain konflik agraria, Penrad juga menyoroti maraknya kasus begal di Kota Medan yang menimbulkan keresahan masyarakat. Wakapolda Sumut mengklaim bahwa angka kejahatan begal telah menurun drastis sejak kepemimpinan Kapolda Irjen Whisnu Hermawan. Namun, Wakapolda menegaskan bahwa begal dan narkotika adalah dua masalah yang saling terkait. “Untuk memberantas begal, kita harus menghilangkan narkotika. Kapolda tidak akan berkompromi dalam hal ini,” ujar Rony Samtana. Ia juga meminta dukungan dari Penrad Siagian untuk memperkuat perang melawan narkotika.

Operasi Ketupat Toba: Jaminan Keamanan Mudik 2025

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, Polda Sumut siap mengamankan arus mudik melalui Operasi Ketupat Toba. Wakapolda menegaskan bahwa Polri sebagai leading sector akan memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mudik. “Kami akan mengelola situasi kamtibmas dengan baik agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” kata Rony Samtana.

Konflik Agraria: Warisan Kolonial yang Belum Terselesaikan

Wakapolda Sumut mengakui bahwa konflik agraria di Sumatra Utara telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda. “Aturan yang berubah-ubah membuat konflik ini sulit diselesaikan. Kami selalu berusaha memediasi untuk mencegah eskalasi,” jelasnya. Polisi berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan sengketa agraria yang kerap menimbulkan ketegangan di masyarakat. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Merekam Perjalanan Demokrasi dan Ketatanegaraan Indonesia

Perjalanan Indonesia membangun negara dan demokrasi tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi juga...

More like this

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...