BerandaUncategorizedPembahasan RUU TNI Lanjut di Gedung DPR, Fokus pada Supremasi Sipil dan...

Pembahasan RUU TNI Lanjut di Gedung DPR, Fokus pada Supremasi Sipil dan Aspirasi Masyarakat

Published on

spot_img

Panja RUU TNI Akan Bahas 40 Persen DIM yang Telah Diselesaikan, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Transparansi

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI (RUU TNI) akan melanjutkan pembahasan kembali di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (17/3/2025). Pembahasan ini merupakan kelanjutan dari proses legislasi yang telah dimulai sejak Jumat (14/3) lalu.

Proses Legislasi yang Berkelanjutan

Amelia Anggraini, anggota Komisi I DPR RI, menyatakan bahwa pembahasan RUU TNI masih berlangsung sebagai bagian dari proses legislasi. “Beberapa poin masih dalam pendalaman frasa dan substansi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pembahasan ini mengedepankan prinsip supremasi sipil dan menampung aspirasi masyarakat. “DPR dan pemerintah sangat akomodatif terhadap aspirasi masyarakat, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran,” tambah Amelia.

40 Persen DIM Telah Diselesaikan

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengungkapkan bahwa Panja RUU TNI telah merampungkan pembahasan 40 persen dari 92 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). “Pembahasan intens dilakukan terkait umur dan masa pensiun prajurit TNI,” kata Hasanuddin. Ia menjelaskan bahwa variabel seperti usia pensiun untuk bintara dan tamtama juga telah dibahas secara mendetail.

Desakan Transparansi dari Koalisi Masyarakat Sipil

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyuarakan keprihatinan atas pembahasan RUU TNI yang dilakukan secara tertutup. Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, menyatakan bahwa pembahasan tertutup tidak sesuai dengan komitmen transparansi dan partisipasi publik. “Pembahasan ini seharusnya dilakukan secara terbuka,” tegasnya. Koalisi ini mengusulkan tiga poin penting dalam RUU TNI, yaitu kedudukan TNI, perpanjangan batas usia pensiun prajurit, dan penambahan institusi yang bisa dijabat oleh prajurit aktif TNI.

RUU TNI Masuk Prolegnas Prioritas 2025

Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (18/2/2025) telah menyetujui RUU TNI masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025. Keputusan ini didasarkan pada Surat Presiden RI Nomor R12/Pres/02/2025 tertanggal 13 Februari 2025. Dengan demikian, RUU TNI menjadi usulan inisiatif dari pemerintah.

Pesan untuk Masyarakat

Amelia Anggraini menegaskan bahwa DPR dan pemerintah sangat menjaga kepercayaan publik terhadap TNI. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa revisi UU TNI ini tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga aspirasi masyarakat,” ujarnya. Ia berharap proses legislasi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan regulasi yang lebih baik bagi sektor keamanan nasional. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Merekam Perjalanan Demokrasi dan Ketatanegaraan Indonesia

Perjalanan Indonesia membangun negara dan demokrasi tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi juga...

More like this

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...